MINGGU BIASA II-A

Senin, 17 Januari 2011 : Pw S. Antonius

Ibr. 5:1-10; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 2:18-22

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.

IKUT PUASA YESUS

Penafsiran kaku menggiring orang jatuh pada ritualisme, puasa pun ditaati sekedar sebagai ritual yang wajib dilakukan. Yesus sama sekali tak menggusur ritual puasa, tetapi memberi arti baru sebagai sebuah ambil bagian pada peringatan akan sengsara Tuhan. Hanya orang-orang yang berkain baru (berpemikiran baru) mampu ditambal dengan kain baru (menerima ajaran baru Yesus)

 

Selasa, 18 Januari 2011 : Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani

Ibr. 6:10-20; Mzm. 111: 1-2,4-5,9,1Oc; Mrk. 2:23-28

Orang-orang Farisi kepada Yesus: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

MARTABAT MANUSIA LEBIH DARI ATURAN

Kita sedih mendengar banyak orang dijerat undang-undang yang kabur bin aneh, yang menjerat orang-orang dengan tuduhan “perbuatan tidak menyenangkan”. Orang miskinpun dihimpit dengan tuduhan tidak menyenangkan karena menggugat haknya. Yesus sudah membaca sinyal buruk praktek aneh itu, dan memperingatkan agar aturan dibuat dan ditaati dengan tujuan agar hidup dan martabat manusia dimuliakan. Ketika kita menyuruh orang mentaati sesuatu, coba tanyakan apakah itu akan memuliakan martabatnya.

 

Rabu, 19 Januari 2011 : Hari ke-2 Pekan Doa Sedunia

lbr. 7:1-3,15-17; Mzm. 110: 1,2,3,4; Mrk. 3:1-6

Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”

BERDIRILAH DI TENGAH

Perintah Yesus pada orang yang lumpuh sebelah tanggannya untuk berdiri di tengah pastilah sebuah perintah demonstratif untuk menunjukkan ketegasan sikap Yesus, shock therapy untuk memelekkan mata orang-orang yang telah dibutakan adat kaku , untuk melihat karya kemuliaan Tuhan dalam pemulihan orang-orang yang miskin, sakit dan menderita. Apa kebutaan pribadi anda yang perlu Tuhan sentak sadarkan? Bayangkan anda di sana ketika Yesus berkata, “berdirilah di tengah.”

 

Kamis, 20 Januari 2011 : Hari ke-3 Pekan Doa Sedunia

Ibr. 7:25-8.6; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17; Mrk. 3:7-12

Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

KESAKSIAN KESEMBUHAN

Mayoritas kesaksian tentang mujizat berbicara tentang kesembuhan. Tak mengherankan, sakit memang sering menyadarkan titik lemah manusia dan mengingatkan harapan yang kuat akan pertolongan Yang Kuasa. Kuasa Yesus begitu memancar, sampai orang-orang yang kerasukan roh-roh jahatpun dikatakan tersungkur dan berteriak menyebut Yesus sebagai Anak Allah. Seberapa titik-titik lemah kita mendorong kita mengakui kuasa Yesus?

 

Jumat, 21 Januari 2011 : Pw S. Agnes, Hari ke-4 Pekan Doa Sedunia

lbr.8:6-13; Mzm.85:8,10-11,13-14; Mrk. 3:13-14;

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.

MEMANGGIL DAN MENGUTUS

Dengan begitus singkatnya Markus mengatakan hal-hal besar yang dilakukan Yesus: menyepi, memanggil para murid, menetapkan, dan mengutus mereka untuk mewartakan kabar baik. Setiap kali anda merasakan kedekatan tertentu dengan Tuhan, panggilan dan perutusan macam apa yang anda sadari?

 

Sabtu, 22 Januari 2011: Hari ke-5 Pekan Doa Sedunia

Ibr. 9:2-3,11-14; Mzm. 47:2-3,b-7,8-9; Mrk. 3:20-21

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

APA ARTI WARAS

Ketika sebuah perilaku diikuti masyarakat umum, isalah benar akan dianggap normal. Ketika kita menabrak “main stream” atau arus kuat kebiasaan masyarakat, itu dianggap aneh. Itu yang terjadi dengan Yesus. Ia dikatakan tidak waras, tidak normal, tidak lumrah, karena ia mengajarkan hidup yang sangat berbeda dari orang pada umumnya. Apakah jalan Tuhan yang extraordinary ini menggelisahkan anda juga?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: