PESTA PEMBAPTISAN TUHAN

Senin, 10 Januari 2011 : Hari biasa

Ibr. 1:1-6; Mzm. 97:1,2b, 6,7c,9; Mrk. 1:14-20

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,

kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

MENGGETARKAN DAN MEMBAHARUI

Ada orang yang suka mencari sensasi beragama, dengan aneka istilah yang menakutkan, tetapi tak mendorong pada pembaharuan hidup. Pewartaan Yesus menggetarkan jemaat, tetapi tidak sekedar mendorong sensasi dan ketakutan,  sebaliknya mendorong antusiasme orang-orang yang terpanggil untuk hidup secara baru dan mewartakan pembaharuannya kepada orang lain. Kalau murid Yesus semakin bertambah banyak, tentulah bukan sekedar getaran yang ditunjukkan Yesus saja, tetapi pasti juga karena menyaksikan hidup Yesus dan murid-muridnya, yang melihat dunia dengan pandangan dan harapan baru.

 

 

Selasa, 11 Januari 2011 : Hari biasa

Ibr. 2:5-12; Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9; Mrk. 1:21b-28

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

DAMPAK EXORCISM

Baru saja ada email seorang romo yang mengisahkan pengalaman pengusiran setan atau exorcism.  Banyak yang sibuk membayangkan apa yang terjadi, hal-hal dahsyat dalam percakapannya, tetapi ada yang jeli melihat dampak dari peristiwa dan kisah itu. Pada jaman Yesus, ada banyak orang yang mampu menangkap apa yang ada di balik pengusiran setan yang dilakukan Yesus, yakni melihat kuasa Yesus, percaya, dan bertobat, dan hidup baru di dalam Tuhan. Apa dampak kisah-kisah seperti itu bagi anda?

 

 

Rabu, 12 Januari 2011 : Hari biasa

Ibr. 2:14-18; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Mrk. 1:29-39

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

TAK TERKURUNG

Orang yang punya visi cenderung tak bisa dikurung. Yesus tahu kalau perutusannya tak hanya untuk sekelompok orang, karena itu ia tak silau oleh ketenaran di satu tempat. Ia tetap pergi mewartakan kuasa Allah di tempat-tempat baru. Bagaimana visi anda membimbing hidup anda?

 

Kamis, 13 Januari 2011 : Hari biasa

Ibr.3:7-14; Mzm.95:6-7,8-9,10-11; Mrk. 1:40-45

Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

KEBIJAKAN SOSIAL

Yesus menjadi sangat tenar, tetapi tidak berburu menabrak tatanan sosial masyarakat. Ia tetap memerintahkan orang-orang yang disembuhkan untuk melapor pada imam dan membawa persembahan. Yesus sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada orang yang jujur, mereka tak akan sekedar datang pada imam dan berkorban, tetapi akan melihat Tuhan berpihak atas mereka. Bagaimana anda mengubah belas kasihan menjadi pewartaan kebaikan Tuhan?

 

Jumat, 14 Januari 2011 : Hari biasa

Ibr. 4:1-5,11; Mzm. 78:3,4bc,6c-7,8; Mrk. 2:1-12

Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?

IMAN KOLEKTIF

Yesus menemui beberapa orang yang menunjukkan iman secara individual, seorang perwira Roma dikaguminya. Tetapi pada beberapa kesempatan Yesus juga melihat iman yang kolektif, yang ditunjukkan orang secara bersamaan. Orang yang datang mengusung orang lumpung dikagumi Yesus. Kapan saatnya kita bisa menunjukkan iman yang kolektif itu?

 

Sabtu, 15 Januari 2011 : Hari biasa

Ibr. 4:12-16 ; Mzm. 19:8-9,10,15; Mrk.2:13-17

Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

MENINGGALKAN DAN MENEMUKAN

Kadang hidup seperti menjual dan membeli, kehilangan dan menemukan. Para murid berani kehilangan untuk mengikuti Yesus yang menunjukkan ajaran dan hidup yang mempesona. Kadang kita hanya mau mendapatkan, tak mau kehilangan sedikitpun. Bagaimana secara pribadi kita mengoreksi kebiasaan itu?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: