MINGGU BIASA VI-A

Senin, 14 Februari 2011 : Pw S. Sirilus

Kej. 4:1-15,25; Mzm. 50:1,8,16bc-17,20-21; Mrk. 8:11-13

Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

KETURUNAN DARAH DAN KETURUNAN IMAN

Bangsa Yahudi intelektual merasa punya hak istimewa menjadi keturunan besar Abraham, Ishak, dan Yakub. Akan tetapi hidup mereka stagnan tak bergerak. Sebaliknya Yesus melihat orang-orang sederhana yang percaya pada Yesus lebih mampu menangkap rahasia pengajaran leluhur mereka. Di gambarkan mereka akan duduk makan bersama bapa leluhur iman mereka. Orang-orang inilah yang kelak mengalami penyembuhan yang sejati.

 

Selasa, 15 Februari 2011 : Hari biasa

Kej. 6:5-8,7:1-5,10; Mzm. 29:1 a,2,3ac-4,3b,9b-10; Mrk. 8:14-21

Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

DIBELA TUHAN

Apakah anda pernah mengalami pengalaman tak berdaya dan tiba-tiba ditolong orang, pengalaman difitnah lalu di bela orang lain? Pernahkan anda merasa begitu tak berharap karena sakit keras dan Tuhan menyembuhkan anda? Barangkali orang-orang seperti itu yang mudah menangkap rahasia firman: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” Kenanglah setiap pengalaman dibela Tuhan dan berjalanlah terus di dalam Tuhan.

 

Rabu, 16 Februari 2011 : Hari biasa

Kej. 8:6-13,20-22; Mzm. 116:12-13,14-15,18-19; Mrk. 8:22-26

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.” Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

MATI RASA

Sikap Yesus terdengar sadis sekali: “biarlah yang mati mengubur orang mati.” Yesus hanyalah mengungkap kenyataan, banyak orang yang sudah mati rasa dan mengubur dirinya dengan kebekuan hidup, merasa paling benar. Sebaliknya ada orang-orang yang tetap ingin menyelami hidup Yesus, mengikutiNya, bahkan berani menabrak badai yang menghadang.

 

Kamis, 17 Februari 2011 : Hari biasa

Kej. 9:1-13; Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Mrk. 8:27-33

Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?” Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” ………

MENEROBOS

Wael Ghonim adalah pengelola sebuah jaringan internet di Mesir sekaligus demonstran muda yang sangat dikenali mampu membakar semangat teman-temannya untuk menggulingkan Husni Mubarak beberapa hari lalu. Dalam wawancara TV ia berkata: “Semenjak aku bisa mengalahkan ketakutan, mulai saat itu saya tak takut sedikitpun untuk mati, kalau harus mati bermartabat, dari pada hidup tanpa arti.” Yesus menerobos daerah yang tak dilalui orang lain, karena ia tahu kuasa dan kehendaknya mampu mengalahkan kekuatan setan jahat sekalipun.

 

Jumat, 18 Februari 2011 : Hari biasa

Kej. 11: 1-9; Mzm. 33:10-11,12-13,14-15, Mrk. 8:34-9:1

Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.

TAKUT DAN TERPESONA

Sikap manusia memang beraneka ragam. Bahkan mereka yang melihat mujizat Yesuspun ada yang justru takut kalau Yesus ada di kota mereka. Akan tetapi memang seperti itulah proses beriman, kadang melewati sesuatu yang menakutkan (tremendum) bercampur kekaguman (fascinosum). Bagaimana proses iman anda?

 

Sabtu, 19 Februari 2011 : Hari biasa

Ibr. 11:1-7; Mzm. 145:2-3,4-5,10-11; Mrk. 9:2-13

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

MENILAI ATAU MENANAM NILAI

Ada orang sibuk menilai orang lain. Biasanya orang seperti itu tak banyak berbuat apa-apa, selain membicarakan dan menghakimi. Pada sisi lain ada orang-orang berhati jernih, yang tak menilai, tetapi duduk bersama menanamkan nilai, tak menghakimi tetapi membimbing sesama untuk mengambil keputusan terbaik. Pilihan Yesus jelas, tak menilai, tetapi hadir bagi pendosa, sibuk menanam nilai belas kasih dan pengampunan. Mana yang lebih menguasai kebiasaan anda?


3 responses to this post.

  1. Posted by Suwanti on February 13, 2011 at 7:53 PM

    Mo….., apa kabar? trima kasih ya kiriman renungannya.

    Reply

  2. Posted by endra on February 15, 2011 at 10:18 PM

    congrats, keep writing mo …

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: