Renungan Harian Minggu Prapaskah I-A

Renungan harian terlambat diupload karena kesibukan seputar akhir pekan yang lalu. Mohon maaf.

Senin, 14 Maret 2011 :

19:1-2,11-18; Mat. 25:31-36


Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat aku.

YESUS MENGENALKAN DIRI

Tak kenal maka tak sayang. Mencintai orang yang kita kenali memang lebih mudah. Memang sulit menerimanya, tetapi inilah kenyataannya: Yesus mengenalkan diri sebagai orang lapar, haus, miskin, sakit, dipenjara. Apakah anda masih mau semakin mengenalnya? Tantangan.

 

Selasa, 15 Maret 2011 :

Yes. 55:10-11; Mat. 6:7-15

Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

PERSIAPAN PRIBADI

Bayangkan anda mendapatkan peringatan akan datangnya tsunami satu jam lagi, cukup waktu membawa barang yang bisa dijinjing dan bermakna untuk anda. Apa yang akan anda bawa? Pilihan anda merupakan potret kebijaksanaan anda dalam mengarahkan hidup. Kini Tuhan menunjukkan waktu yang terbatas, apa yang anda siapkan?

 

Rabu, 16 Maret 2011 :

Yun. 32:1-10; Luk. 11:29-32

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

TIDAK OBRAL TANDA

Ada pemuda yang tak habis pikir, ia sudah membanjiri pacarnya dengan aneka tanda mata, tetapi tetap ditinggalkan oleh kekasihnya. Tanda memang bisa kehilangan arti ketika terlalu sering diberikan. Yesus menyadari itu, karena itu ia menolak orang-orang yang meminta tambahan aneka tanda. Yesus tak obral tanda. Tanda dan kata-katanya berbobot tanpa harus mengumbar kata dan tanda. Ini contoh relasi yang simpel dan efektif.

 

Kamis, 17 Maret 2011 :

Est. 4:10a,10c-12,17-19; Mat. 7:7-12

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

BERCERMIN PADA KEHENDAK SENDIRI

Pada usia muda manusia mencari cermin perilaku pada tokoh-tokoh terkenal, terutama para artis. Kekecewaan datang ketika hidup mereka berubah dan bahkan menjadi sangat imoral. Merasa sulit cari tokoh? Jangan kuatir, andalah tokohnya. Tuhan menjadikan diri kita suatu cermin atau ukuran untuk perilaku kita. Tengoklah apa yang anda kehendaki supaya orang perbuat bagimu, lakukan itu bagi orang lain.

 

Jumat, 18 Maret 2011 :

Yeh. 18:21-28; Mat. 5:20-26

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

PEDANG DI DALAM
Dari mana datangnya dosa besar? Lahir dari tumbuhnya benih-benih dosa, pembunuhan terjadi karena kemarahan dan panas hati yang bekerja bagaikan pedang di dalam diri. Menyadari bahayanya benih dosa itu Tuhan menyarankan: tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Itulah persembahan paling layak.

 

Sabtu, 19 Maret 2011 : HARI RAYA S. YUSUF, SUAMI SP. MARIA

2Sam. 7:4-5a, 12-14a, 16; Rm. 4:13, 16-18,22; Mat.1:16, 18-21, 24a atau Luk. 2:41-51al Ibr. 11:1-16

Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”

TANGGUNG JAWAB SEORANG AYAH

Kalaulah Maria gelisah karena Yesus belum kembali, tetapi pastilah Yosep yang paling repot mencari, tanggungjawabnya sebagai ayah tertantang. Tentu hati Yosep tertohok ketika Yesus mengatakan ia berada di dalam rumah Bapanya. Percakapan itu sederhana, tetapi dengan gamblang mengabarkan martabat Yesus, yang hadir bukan karena bapak dunia, tetapi karena Bapa Surgawi. Ketengan Yosep membuatnya menangkap rahasia itu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: