Archive for April, 2011

Renungan Harian Pekan Suci Tahun A

Senin, 18 April 2011 : HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI
Yes, 42:1-7; Mzm. 27:1,2,3,13-14; Yoh. 12:1-11


Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. 

PENTING DAN MENDESAK

Seolah Yudas hemat dan menunjukkan keberpihakan pada orang miskin, tetapi Yesus membiarkan maria menghabiskan minyak mahalnya untuk menunjukkan betapa Maria tahu akan hal yang penting dan mendesak. Kita memiliki banyak pilihan, yang seolah sangat rasional. Akan tetapi jujurkah kita pada sesuatu yang penting dan mendesak?
Selasa, 19 April 2011 : HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI
Yes. 49:1-6; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17; Yoh. 13:21-33,36-38


Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!

SAKITNYA PENGHIANATAN

Penghianatan memang tak sekedar melukai moral sang penghianat, tetapi sangat melukai kebersamaan, karena masyarakat menjadi saling curiga. Demikian juga dosa. Dosa tak sekedar urusan pribadi, dosa berdimensi sosial, dosa pribadi bisa menyeret orang lain. Waspadai hal itu.
Rabu, 20 April 2011 : HARI RABU DALAM PEKAN SUCI
Yes. 50:4-9a; Mzm.69:8-10,21bcd-22,31,33-34; Mat. 26:14-25


Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?” Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

TAHU PENDERITAAN SESAMA

Mencelupkan tangan ke dalam pinggan, berarti teman yang tahu penderitaan kita. Ya, orang yang dekat adalah orang yang tahu penderitaan dan kelemahan kita. Tetapi di saat tidak harmonis, orang dekat itulah yang mampu mengungkit kesalahan, memanfaatkan kelemahan dan penderitaan masa lampau kita. Perlu komitmen yang kuat agar orang tidak menyakiti lewat kelemahan kita.
Kamis, 21 April 2011 : Sore: KAMIS PUTIH
Kel. 12:1-8,11-14; Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18; 1Kor. 11:23-26: Yoh. 13:1-15


Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

LEPAS JUBAH

Jubah adalah tanda martabat dan jabatan seseorang. Yesus melepaskan jubahnya, melepaskan martabatnya sebagai Putera Tuhan dan bersimpuh membasuh kaki para murid. Shock therapy. Apakah kita masih mengagung-agungkan jabatan-jabatan kita dalam melayani?

22 April 2011 : HARI JUMAT AGUNG
Upacara Sengsara Tuhan: Lit Sabda – Penghormatan Salib – Komuni.
Yes. 52:13-53:12; Mzm. 31:2,6,12-13,15-16,17,25; Ibr. 4:14-16; 5:7-9; Yoh. 18:1-19:42


Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?” Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.” Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

YESUS TIDAK LARI

Yesus tidak lari karena ia tahu inilah saatnya menyerahkan diri, bukan untuk mati konyol, tetapi untuk memberikan harapan kepada kita bahwa kematian bukan akhir segalanya, bahkan penhianatan bukan penutup bagi rahmat Allah. Tuhan memilih datang untuk yang berdosa. Adakah kita masih akan lari dariNya?
23 April 2011 : Malam: MALAM PASKAH
Kej. 1:1 – 2:2 (Kej. 1:1,26-31a); ……….. Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Rm. 6:3-11; Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23; Mat. 28:1-10.

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.  Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

FAJAR KESELAMATAN

Hari-hari lalu adalah hari menegangkan bagi para murid, karena kehilangan Sang Guru. Tetapi fajar kebangkitan Yesus tak kalah menegangkannya, karena mereka dibawa ke alam “tak percaya” akan apa yang mereka lihat. Tetapi pengalaman seperti itulah yang membangun para murid. Adakah anda mengalami pengalaman-pengalaman “unbelievable”, yang membuat anda terheran-heran karena Allah masih berkenan pada Anda?

Advertisements

Renungan Minggu Prapaskah V-A

 

Senin, 11 April 2011: Santo Stanislaus, Uskup dan martir

Dan 13:1-9, 15-17, 19-30, 33-62 or 13:41c-62/Yoh 8:1-11

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

TIDAK MENGHUKUM

Kalau dibandingkan lebih cermat, kenyataan bahwa Yesus tidak menghukum itu tak sekedar mengejutkan perempuan itu, tetapi mestinya juga mengejutkan kita yang sama-sama sering berusaha menghukum sesama, bahkan menyangka bahwa kewibawaan Tuhan tercipta kalau dia menghukum. Yesus datang bukan menawarkan rumus “hukuman dan pahala”, tetapi  menawarkan kasih yang mengampuni dan mendorong orang untuk hidup baru. Masih adakah ganjalan di hati anda dengan kenyataan itu?

 

Selasa, 12 April 1011:

Bil 21:4-9/Yoh 8:21-30

Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

DARAH NAIK

Sungguh menarik bahwa dalam situasi darurat darah kita seperti dipompa keras. Dalam keadaan genting sering nampaklah keaslian manusia. Senada dengan arus darah, Yesus mewahyukan kemuliaanya seiring dengan dengan ketegangan sengsara, wafat, dan kebangkitanNya. Perayaan sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan mestinya menjadi tantangan sejauh mana kita memenangkan ketegangan hidup menjadi moment istimewa pemurnian iman.

 

Rabu, 13 April 2011: St. Martin, Uskup dan Martir.

Dan 3:14-20, 91-92, 95/ Yoh 8:31-42

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”

HAK ISTIMEWA

Pernahkah anda terkaget-kaget, karena anak pengurus gereja justru meninggalkan Gereja? Bukan hal baru, bibit iman memang perlu tetapi iman bukan sekedar warisan. Yesus menegur orang-orang yang mengagungkan statusnya sebagai keturunan Abraham tetapi tak jujur dalam melihat ajaran Allah. Bukan warisan yang memerdekakan, tetapi iman yang kita peroleh lewat pergulatan orisinil dengan firman Tuhan.

 

Kamis, 14 April 2011:

Kej 17:3-9/Yoh 8:51-59

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia.

SABAR DAN TEKUN DALAM FIRMAN

Ajaran Yesus terasa begitu berat diterima orang-orang pada jamannya. Hal itu tak lepas dari pewartaan radikal tentang hubungannya dengan Bapa. Banyak hal tak mudah kita pahami juga dalam hidup saat ini. Mampukah kita bersabar dalam kesulitan dan bertekun dalam firmannya?

 

Jumat, 15 April 2011:

Yer 20:10-13/ Yoh 10:31-42

Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”  Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

BERHADAPAN DENGAN ORANG KALAP

Bayangkan Yesus yang harus berhadapan dengan orang-orang kalap. Mereka tak lagi peduli pada kebaikan dan kebenaran pengajaran Yesus, melainkan panas hati pengertian baku yang telah ia pegang dengan kaku. Kita prihatin karena murid-murid Tuhan saat ini masih harus berhadapan dengan orang kalap serupa. Semoga kita tak ikut bebal menghadapi dengan fundamentalisme yang sama, melainkan memancarkan kebaikan dan kebenaran Yesus.

 

Sabtu, 16 April 2011

Ez 37:21-28/Yoh 11:45-56

Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.  Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

MATI SATU

Kata imam besar “satu mati untuk keselamatan seluruh bangsa”  ini adalah kata biasa dalam masyarakat yang biasa menumbalkan sesama. Akan tetapi kata sederhana itu justru menjadi ramalan kebenaran bahwa Yesus memang akan menebus seluruh bangsa manusia. Terimakasih Tuhan, bahwa hutang dosa kami telah kau bayar lunas dengan darah Puteramu.

Renungan Harian Minggu Prapaskah IV-A

Senin, 4 April 2011:

Yes 65:17-21, Yoh 4:43-54

Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.

BERSERAH TANPA DALIH

Orang-orang dari kampung halaman Yesus pastilah dalam kebingungan. Mereka tak bisa lupa bahwa Yesus adalah seorang pemuda dari antara mereka, tetapi kuasanya membuat mereka tak menyepelekan. Jiwa mereka bagai berebut untuk percaya atau meninggalkan. Berbahagialah pegawai istana yang dengan hati berserah datang pada Yesus mempercayakan kesembuhan anaknya. Masih adakah dalih yang membentengi Anda untuk dekat dengan Yesus saat ini?

 

Selasa, 5 April 2011

Ez 47:1-9, 12, Yoh 5:1-16

Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

DITAWARI AIR PEMULIHAN

Orang lumpuh itu telah bertahun-tahun menunggu goncangan air kolam yang konon bisa menyembuhkannya. Tindakan Yesus pastilah dirasakan lebih dari sekedar goncangan air kolam. Barangkali seperti kebanjiran air kasih yang memulihkannya dari kelumpuhan. Dosa telah melumpuhkan kemanpuan kita menangkap rahmat. Masa Prapaskah adalah masa persiapan hari “Tuhan lewat” yang menawarkan air pemulihan. Bagaimana anda memanfaatkannya?

 

Rabu, 6 April 2011

Yes 49:8-15, Yoh 5:17-30

Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

MELIHAT BAPA BEKERJA

Memang tak mudah menerangkan identitas Yesus yang adalah manusia ilahi dan sekaligus Allah yang memanusia. Bahkan ketika ia memanfaatkan alegori umum tentang anak yang belajar dari bapanya pun orang masih sulit mengerti, bahkan orang-orang yang memang sudah membencinya itu semakin kalap menuduh Yesus menghujat Allah. Mampukah kita melihat setiap sapaan manusiawi Yesus, perhatian dan kasih sayangnya sebagai firman yang hidup akan Bapa ilahi?

 

Kamis, 7 April 2011

Kel 32:7-14, Yoh 5:31-47

Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

KATA ORANG LAIN

Kata orang lain bisa berarti rumor, bisa berarti kesaksian. Kesaksian manusia tentang Yesus dihargainya sebagai pewartaan kebenaran.  Kita bisa menjadikan diri kita “orang lain” yang mewartakan Yesus. Bagaimana kita memberikan kesaksian tentang Yesus sebagai kebenaran?

 

Jumat, 8 April 2011

Keb 2:1a, 12-22, Yoh 7:1-2, 10, 25-30

Maka kata Yesus: “Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku. Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada.” Orang-orang Yahudi itu berkata seorang kepada yang lain: “Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan Dia? Adakah maksud-Nya untuk pergi kepada mereka yang tinggal di perantauan, di antara orang Yunani, untuk mengajar orang Yunani? Apakah maksud perkataan yang diucapkan-Nya ini: Kamu akan mencari Aku, tetapi kamu tidak akan bertemu dengan Aku, dan: Kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada?” Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!

HUBUNGAN PRIBADI

Pesan Yesus dipenuhi kata mesra, menjanjikan perjumpaan kembali. Akan tetapi itu bukan sekedar dimaksudkan untuk bernostalgia. Yesus menyampaikan warta penting bahwa ia akan berada di rumah Bapanya, dan menghendaki setiap orang bersatu dengannya, namun memerlukan waktu untuk paham dan menerimanya. Terima saja perwartaanya, barang siapa merasa haus akan air kehidupan, datang saja dan minum.

 

Sabtu, 9 April 2011

Yer 11:18-20, Yoh 7:40-53

Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkata itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.  Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!”

TAK TERBANTAHKAN

Kedatangan Yesus memang kontroversial dan menabrak kepentingan beberapa pejabat agama setempat. Karya-karyanya yang penuh kuasa menggeser kepercayaan orang pada pemimpin setempat. Mereka mencari cara menyingkirkannya, tetapi tak menemukan yang pas. Dalam perdebatan itu semakin nampak kehadiran Yesus sebagai mutiara, yang kuasa dan daya pikatnya tak terbantahkan. Hal luar biasa apa yang anda temukan dalam kehidupan Yesus?