Renungan Harian Minggu Biasa XVI-a

Senin, 18 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 14:5-18: MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6; Mat. 12:38-42

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

IMAN DAN CINTA TAK BERSYARAT

Dono berkata pada Dini, pacarnya, “Din aku akan menikahi kamu kalau kamu lulus kuliah.” Selintas Dini menyanggupi dan merasa tertantang, tetapi lubuk hatinya bertanya: mengapa cintanya berbatas, bahkan hanya berbatas wisuda?  Yesus jelas mengingatkan, iman yang menuntut tanda hanya akan menghasilkan iman bersyarat, iman bersyarat hanya akan membuahkan cinta bersyarat pula. Iman dan cinta bersyarat tak mengakar dalam. Tuhan telah memberi banyak tanda dahsyat. Tantangannya adalah, mampukah kita beriman tanpa syarat?  Dari iman yang tak bersyarat akan membuahkan cinta tulus tanpa syarat pula.

 
Selasa, 19 Juli 2011 : Hari biasa
Kel.l4:21 – 15:1; MT 

Kel. 15:8-9,10,12,17; Mat. 12:46-50
Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha me

nemui Engkau. Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

SUPREMASI KEHENDAK ALLAH

Misi Yesus sungguh tak tertawar, siapapun yang melakukan kehendak Allah akan menebus ikatan batin bahkan ikatan darah. Di mana letak pengurbanan kita, lepasnya ikatan-ikatan nikmat kita demi terlaksananya apa yang dikehendaki Allah?

 
Rabu, 20 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 16:1-5,9-15; Mzm. 78:18-19,23-24,2526,27-28; Mat. 13:1-9

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis…… Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ad

a yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

 

TUHAN TETAP MENABUR

Memang ada aneka respon terhadap pewartaan Yesus, akan tetapi firman Tuhan tetap diwartakan merata bagaikan hujan yang diturunkan bagi siapa saja. Bahkan kadang kita sendiri merasa tak setia karena respon kita berubah-ubah. Tuhan tak akan berhenti menaburkan benih firmannya kepada kita dan firman Tuhan itu tak akan kembali sia-sia. Heningkan batin anda sejenak dan lihatlah buah-buah firman dalam hidup anda.

 

Kamis, 21 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 19: 1-2,9-11,16-20b; MT Dan. 3:52,53,54,56; Mat. 13:10-17

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

MAMPU MENYERAP

Metabolisme tubuh normal akan mampu mencerna dan menyerap sari-sari makanan tanpa memerlukan aneka nutrisi perangsang. Bila berjumpa dengan pribadi yang “bertelinga”, yang mampu mendengarkan setiap firman Tuhan, maka firman itu tak disampaikan dengan aneka gambaran perumpamaan. Cukuplah pengajaran disampaikan secaralugas. Apakah kita masih suka melawan, maido, meremehkan setiap pesan yang masuk sehingga Tuhan perlu menyapa  dan menegur dengan perumpamaan? Atau batin kita terbuka mendengarkan sehingga Tuhan langsung menyentuh dari hati ke hati?

 
Jumat, 22 Juli 20

11 : Pw S. Maria Magdalena
Kel. 20:1-17; Mzm. 19:8,9,10,11; Mat. 13:18-23; atau dari RUybs
Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. ……..

KENALI KARAKTER ANDA

Beberapa jenis tes kepribadian diterapkan dalam diri para siswa untuk bisa menyerap pendidikan dan membangun karakter secara unik. Memang, kita adalah pribadi unik, perlu mengenali karakter sendiri, termasuk cara kita beriman, mendengarkan Tuhan, dan membuahkannya. Kenali karakter pribadi dan iman anda untuk menjadi pendengar dan pelaku firman yang efektif.

 
Sabtu, 23 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 24:3-8: Mzm. 50:1-2,5-6.14-15; Mat. 13:24-30

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

TUHAN MEMBERI KESEMPATAN

Pernahkan anda merasa dipojokkan, diperlakukan tidak adil, difitnah? Atau barangkali sekedar melihat orang yang begitu menindas sesama? Biasanya kita akan berusaha memojokkan si penindas. Barangkali di benak anda akan muncul “permohonan” agar Tuhan memusnahkan orang jahat itu.  Tuhan tidak menjanjikan untuk mencabut ilalang atau orang jahat. Bahkan Tuhan berkata, “Jangan kau cabut, biarkan mereka hidup bersama” Dengan sabar Tuhan membiarkan benih pertobatan  berumbuh. Pada akhirnya Tuhan akan tetap mengadili, tetapi dalam perjalanan  Tuhan tetap memberi kesempatan untuk hidup bersama. Memang tak mudah, tetapi marilah kita dengan lapang hati melihat kemurahan Tuhan terhadap orang-orang yang memerlukan pertobatan. Di sana pula panggilan kita, mendampingi benih pertobatan untuk bertumbuh dalam diri setiap orang.

One response to this post.

  1. Posted by sinden & tukang tabuh on July 18, 2011 at 3:07 PM

    thanks selalu Mo Renungannya,we are always waiting you coming back ( KKI Scranton )

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: