Renungan Harian Minggu Biasa XX-A

Senin, 15 Agustus 2011 : Hari biasa
Hak. 2:11-19; Mzm. 106:34-35,36-37,39-40,43ab,44; Mat. 19:16-22

Kata orang itu kepada-Nya: “Perinatah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

JALAN KESEMPURNAAN

Pemuda tadi telah merasa mendekati kesempurnaan, tetapi kesempurnaan terasa semakin membingungkan karena ia masih mengira  bahwa menjadi sempurna itu berarti berprestasi dan memiliki. Yesus menunjukkan gerbang  kesempurnaan yang sesungguhnya dengan melepaskan ikatan dunia dan menggantungkan diri sepenuhnya pada Allah.

 
Selasa, 16 Agustus 2011 : Hari biasa
Hak. 6:11-24a; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 19:23-30

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.

APA YANG TAK MUNGKIN

Di dunia ini ada banyak hal yang terasa tak mungkin, termasuk untuk memberikan diri secara total untuk Tuhan dan sesama. Pilihan Ibu Teresa untuk secara total merawat orang tua dan miskin semula serasa tak mungkin bagi banyak orang. Orang terpana melihat kenyataan bahwa semua bisa terjadi. Buatlah deretan apakah yang dahulu anda anggap tak mungkin dan ternyata telah Anda lalui? Pilihan berikutnya serahkan Tuhan.

 
Rabu, 17 Agustus 2011 : HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac,3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21

Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

MERDEKA 

Di mana letak kemerdekaan manusia? Kapan Anda merasa paling merdeka? Tuhan menganugerahkan segala kesempatan dan kekuatan kepada kita agar mampu membentuk diri, dan memandang jauh ke depan untuk berkembang. Yesus mengoreksi manusia yang kadang terikat oleh kekuatan politik tertentu, dan tak mampu memandang jauh ke depan pada peran Allah. Hari kemerdekaan adalah hari untuk memandang Allah yang membuka lebar jalan keselamatan. Inilah hari terbaik untuk berdoa bagi bangsa kita untuk saling membebaskan.

 
Kamis, 18 Agustus 2011 : Hari biasa
Hak. 11:24-39a; Mzm. 40:5,7-8a,8b-9,10; Mat. 22:1-14

Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya.

APAKAH KAMU AKAN DATANG?

Undangan itu ditujukan Tuhan pada kita. Kalau Anda hendak menhadirinya, apa yang mendorong Anda? Apabila Anda berencana tidak hadir,  apa yang memberatkan Anda?

 
Jumat, 19 Agustus 2011 : Hari biasa
Rut. 1:1,3-6,14b-16,22; Mzm. 146:5-6,7,8-9a,9bc-10; Mat. 22:34-40

Seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

INTI DARI SEMUA

Coba telitilah arti dari setiap relasi kita, peras setiap pengajaran kita terhadap anak-anak, tengok setiap perintah kita pada bawahan, apa yang menjadi inti dari semuanya? Semua tanpa arti tanpa kasih. Apa yang masih bisa Anda koreksi agar kasih menjadi raja dalam setiap komunikasi kita pada sesama, pada keluarga, dan pada setiap orang yang bekerja sama dengan kita?

 
Sabtu, 20 Agustus 2011 : Pw S. Bernardus
Rut. 2:1-3,8-11;4:13-17; Mzm. 128:1-2,3,4,5; Mat. 23:1-12;

Ahli Taurat suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

MEMILIH MENJADI PELAYAN

Pilihan menjadi pelayan adalah panggilan semua murid Kristus. Panggilan ini tak berarti harus memilih profesi khusus, melainkan pilihan sehari hari semua orang yang menempatkan kepentingan orang lain sebagai perhatian pertama. Bukan hal yang ringan untuk memilih menjadi pelayan, akan tetapi sudah sekian banyak orang menemukan makna hidupnya dengan melayani sesama.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: