Archive for September, 2011

Renungan Harian Minggu Biasa XXVI-A

Senin, 26 September 2011 : Hari biasa
Za. 8:1-8; Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Luk. 9:46-50

Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

KASIH TAK PAKAI HAK PATEN

Sesuatu yang telah diciptakan seolah menjadi hak istimewa satu kalangan. Privatisasi dan proklamasi hak paten seperti itu memang berguna dalam soal ekomi, untuk menghargai penggagas atau penemu tertentu. Akan tetapi Yesus memiliki rumus yang berbeda dalam memandang perbuatan orang. Semakin orang mengikut cara Yesus orang tidak semakin melawan kebesaran Yesus, sebaliknya semakin memuliakannya. Apakah kita masih terlalu eklusif dalam memandang bagaimana kasih Yesus bekerja?

 
Selasa, 27 September 2011 : Pw S. Vinsensius de Paul
Za. 8:20-23; Mzm. 87:1-3,45,6-7; Luk. 9:51-56 atau dr RUybs

Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

TOLERAN

Sikap toleran secara prinsip menyatu dengan kerendahan hati,  kemauan untuk menerima orang apa adanya serta menyakini bahwa orang lain bisa berubah dan berkembang.  Yesus menegur para murid yang kecewa akan penolakan orang-orang Samaria. Coba bayangkan anda menjadi para murid, atau bahkan menjadi orang Samaria, apa yang anda rasakan?

 

 

Rabu, 28 September 2011 : Hari biasa
Neh. 2:1-8; Mzm. 137:1-2,3,4-5.6; Luk. 9:57-62

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

LEPAS BEBAS

Para murid tentu banyak berharap ketika mengikuti Yesus yang dengan spektakuler melakukan mujizat-mujizat. Sebaliknya Yesus menunjukkan hidupnya yang hampa dari kuasa dunia, bahkan batu untuk meletakkan kepala pun Ia tak punya. Apakah iman kita akan Yesus didominasi oleh harapan untuk kepentingan kita, atau kesediaan untuk ikut jalan hidup tertentu yang diyakini menyelamatkan?

 

 

Kamis, 29 September 2011 : Pesta S. Mikael, Gabriel, dan Rafael
Dan. 7:9-10,13-14 atau Why. 12:7-12a; Mzm. 138:12a,2bc-3,4-5; Yoh. 1:47-51

Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

TAHU SEBELUM DIKATAKAN

Orang Jawa memiliki istilah “weruh sakdurunge winarah”, tahu sebelum dikatakan. Itu yang membuat Natanael salah tingkah, karena Yesus tahu siapa Natanael sebelum dia sendiri menceritakan kepadaNya. Cukup mengagetkan karena kemudian Yesus menghubungkan kekagetan itu dengan malaikat-malaikat, yang dikatakan lebih besar dariNya dan dekat dengan Allah. Seberapa tajam hidup rohani kita untuk “melihat” pribadi-pribadi yang dekat dengan Allah?

 

 

Jumat, 30 September 2011 : Pw S. Hieronimus
Bar. 1:15-22; Mzm. 79:1-2,35,8-9; Luk. 10:13-16;

Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

PENGADILAN KITA

Kita kadang sibuk membayangkan hadiah apa yang akan kita terima di surga atau hukuman apa yang akan kita terima di neraka. Kiranya benar kalau dikatakan bahwa pengadilan kita bukan kelak, tetapi semenjak kita memutuskan berbuat dosa, karena sejak itu kita sudah menanggung buah dosa, yakni kegelisahan, gerutu, dan sebagainya. Demikian pula, pertobatan akan membawa damai semenjak hati memutuskan untuk meniti jalan baru.

 

 

Sabtu, 1 Oktober 2011 : Pesta S. Teresia dr Kanak-kanak Yesus
Yes. 66:10-14b; Mzm. 131:1,2,3; Mat. 18:1-5

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

PERCAYA, MENERIMA, DAMAI

Ketika ada seorang anak kecil menangis atau tertawa terkekeh-kekeh dengan polos, saya membayangkan ketulusan anak-anak kerajaan Allah. Ketika anak-anak percaya dan damai dalam pelukan ibunya, di sana ada potret anak-anak kerajaan Allah. Wajah anak adalah wajah putra-putri Kerajaan Allah. Adakah di hati anda penerimaan yang tulus akan Yesus yang bebuah pada kedamaian ketika memasrahkan diri padanya?

 

 

 

Advertisements

Renungan Harian Minggu Biasa XXV-A

Senin, 19 September 2011 : Hari biasa
Ezc 1:1-6; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Luk. 8:16-18

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

TAK TERSEMBUNYI

Kadang kita mengira kabar buruk saja yang mudah terbongkar, Yesus yakin bahwa kabar baiknya tak bisa ditutup bergitu saja. Dengan demikian ia meramalkan bahwa warta keselamatan-Nya akan mewarnai dunia. Bila Anda mengemban pengalaman keselamatan, janganlah ditutup gantang. “Biarkan sinarnya bercahaya,” Yesus bersabda.

 

 

Selasa, 20 September 2011 : Pw S. Andreas Kim Taegon, dan Paulus Chong Hasang, dkk
Ezr. 6:7-8,12b,14-20; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Luk. 8:19-21;

Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau. Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

KRITERIA BARU

Orang Yahudi merasa menjadi bangsa terpilih Tuhan, anak kandung keselamatan. Seolah Yesus berbicara tentang dirinya sendiri, padahal ia mau berbicara kriteria baru keselamatan, yakni bagi mereka yang tekun mendengarkan firman Allah dan melakukannya. Apakah kita bisa mengukur pengharapan kita akan keselamatan berdasarkan kesediaan kita mendengarkan dan melakukan kehendak Allah.

 
Rabu, 21 September 2011 : Pesta S. Matius
Ef. 4:1-7,11-13;Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

PERTOBATAN, RAHMAT BAGI SEMUA ORANG

Pertobatan memang mengagetkan banyak orang, bisa menjadi sumber sukacita bagi masyarakat yang berhati tulus. Yesus menghadapi masyarakat yang melihat kesalehan sebagai hak istimewa sebuah kalangan. Kelompok ini akan memandang pertobatan sesama dengan apatis, bahkan dengan sikap iri dan memojokkan. Yesus kalangan luas yang memerlukan kesembuhan, pemulihan, pertobatan. Bagaimana anda memandang pertobatan sesama?

 
Kamis, 22 September 2011 : Hari biasa
Hag. 1:1-8; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,96; Luk. 9:7-9

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

INGIN MELIHAT TONTONAN

Kedatangan Yesus disambut gegap gempita oleh mereka yang menantikan mesias, dengan kecurigaan mereka yang punya kepentingan dan intrik keagamaan dan politis. Berita tentang Yesus yang konon menjelmakan Yohanes dengan segala kuasanya telah membuat Herodes penasaran, cemas dan ingin melihatNya. Masing-masing kita memiliki kedalaman keinginan untuk merasakan kehadiran Yesus. Apakah keinginan kita itu diwarnai ketulusan.

 


Jumat, 23 September 2011 : Pw S. Padre Pio dr Pietrelcina
Hag. 2:1b-10; Mzm. 43:1,2,3,4; Luk. 9:19-22;

Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.

BAWA DALAM KETENANGAN

Setelah insiden dengan Herodes, Yesus kembali menyepi dan berdoa. Dan dalam keadaan yang sangat intim personal Yesus bertanya kepada para murid tentang dirinya. Seperti dicatat dalam Injil lain Petrus menjawab mewakili murid-murid lain. Bagi Yesus jawaban itu mengejutkan karena sangat dalam, tetapi unkapan Yesus tentu juga tak kalah mengejutkan. Yesus meminta mereka tak memberitahukan hal itu kepada siapapun. Yesus ingin agar para murid membawa dalam ketenangan dan meresapkan bagi peristiwa yang lebih menantang, penderitaan Yesus.

 
Sabtu, 24 September 2011 : Hari biasa
Za. 2:1-5,10-11a; MT Yec 31:10,11-12ab,13; Luk. 9:43b-45

Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

KITAPUN HARUS MELEWATINYA

Hati para pengikut Yesus seperti dilambungkan dan di turunkan drastis. Setelah berbicaa tentang Yesus sebagai Mesias, mereka harus menerima perwartaan Yesus bawa Ia akan diserahkan ke tangan manusia dan menderita. Yesus tetap mengatakannya karena para murid juga mesti melewati jalan yang sama.

Renungan Harian Minggu Biasa XXIV-A

Senin, 12 September 2011 : Hari biasa
1Tim. 2:1-8; Mzm. 28:2,7,8-9; Luk. 7:1-10

Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

 

LANDASAN PENGHARAPAN

Ada pengharapan yang tak dilandasi pengertian yang kuat akan cinta Tuhan, sehingga ketika berlama-lama tak terpenuhi orang menjadi begitu merana, berontak dan menyalahkan sana-sini. Sebaliknya ada pengharapan yang disertai pemahaman mendalam akan kasih Tuhan. Perwira itu menjadi tajam bersikap tentang pengharapannya, karena ia memakai pengalaman sehari-harinya untuk mengimani betapa luasnya cinta Yesus. Ia memetik buah manisnya dan Yesus masih menyanjungnya: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Seperti apa landasan pengharapan Anda?

 

 

 
Selasa, 13 September 2011 : Pw S. Yohanes Krisostomus
1Tim. 3:1-13; Mzm. 101:1-2ab,2cd-3ab,5,6; Luk. 7:11-17;

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

GERAKAN HATI

Kadang tindakan Yesus digerakkan oleh permintaan, kadang sekedar karena gerakan hati melulu ia melakukan mujizat yang tak terbayangkan manusia. Gerakan hati yang tulus itulah yang kemudian menggerakkan iman sekian banyak orang. Seberapa gerakan hati Anda menjadi kejutan bagi orang yang tak mengharapkan pertolongan anda?

 

 

Rabu, 14 September 2011 : Pesta Salib Suci 

Bil. 21:4-9; atau Flp. 2:6-11; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Yoh. 3:13-17

Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

MEMORY OF LOVE

Salib adalah bukti tak terbantah dari kesediaan Yesus untuk menumpahkan darahnya bagi kasih; kasih Bapa sebagai alasan tunggal.  Tujuan itu yang kemudian menyingkirkan hasrat sekedar untuk mengadili dosa manusia. Ia menunjukkan bahwa kasih dan pengampunannya akan mengubah pengadilan manusia. Karena itu salib bukan lagi sebuah aib, tetapi sebagai kenangan akan cinta tanpa batas Allah, “a memory of love.”  Ciumlah salib dan kenanglah cinta itu.

 

 
Kamis, 15 September 2011 : Pw SP Maria Berdukacita
1Kor. 12:31 – 13:13; atau Ibr. 5:7-9; Mzm. 33:2-3,4-5,12,22; Luk. 7:31-35; atau Yoh. 19:25-27

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

MENYERAHKAN IBU

Tangisan seorang anak karena ditinggalkan ibu tentulah tak sedalam sayatan hati seorang ibu yang kehilangan anak dengan cara hina. Relasi itu terjadi di antara Yesus dan Maria, ibunya. Peringatan Maria berduka cita bukan hanya peringatan akan kesedihan Maria, tetapi peringatan kasih yang begitu mendalam antara Allah yang memanusia dan ibu dunianya, yang dengan begitu mendalam menampilkan diri sebagai ibu manusawi yang berjiwa ilahi. Bunda Maria, terimakasih, dukamu telah mengajari kami arti cinta ilahi.

 

 
Jumat, 16 September 2011 : Pw S. Komelius dan S. Siprianus
1Tim. 6:2c-12; Mzm. 49:6-7,8-10,17-18.19-20; Luk. 8:1-3; 

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

KEBAIKAN AKAN MEMANCAR DAN DIIKUTI

Perjalanan Yesus diikuti sekian banyak orang yang turut bekerja. Terbukti karya baik manusia memancar dan bisa membawa banyak orang mengikuti langkah yang sama. Kalau kita sedang frustasi karena orang tak mengikuti  jalan kita, barangkali itu adalah sebuah teguran yang cukup berarti untuk memurnikan  kebaikan dan ketulusan tindakan kita.

 

 
Sabtu, 17 September 2011 : Hari biasa
1Tim. 6:13-16; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 8:4-15

Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan: “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.

KOKOH DAN BERKELANJUTAN

Kita sering berada “on the spot” di tempat yang kelihatan, di perhatikan dan bahkan diincar banyak orang. Ketika iman tidak kokoh, banyak burung nazar kehidupan yang akan mengincar dan  menyerobot iman yang tinggal kecil dan goyah; pada akhirnya hidup kita dikuasai kekuatan lain. Apakah selama ini anda menyangka bahwa kokohnya iman itu menetap setelah kita dapat, atau sadar bahwa  iman kita perlu dijaga dan hidupi  setiap saat?

Renungan Harian Minggu Biasa XXIII-A

Senin, 5 September 2011 : Hari biasa
KoL 1:24 – 2:3; Mzm. 62:6-7,9; Luk. 6:6-11

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”

BANGUNLAH DAN BERDIRILAH DI TENGAH!

Yesus menempatian orang yang mati sebelah tangannya itu di  sentral percakapan dengan orang Ahli-ahli Taurat. Bagi mata orang bernurani dan berjiwa inklusif orang cacat, orang sakit, orang miskin bisa menjadi fokus dialog bersama. Akan tetapi tidak demikian dengan dengan mata legalistis dan eksklusif, orang yang memerlukan pertolongan tetap dilihat dari kacamata kepentingan kesalehan dan hukumnya. Seberapa perhatian kita tanggap akan kehadiran orang miskin, sakit, atau cacat sebagai tanggung jawab bersama?

 

 

Selasa, 6 September 2011 : Hari biasa
KoL 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11; Luk. 6:12-19

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

MEMILIH PONDASI
Yesus sangat serius dalam memilih dan menyiapkan para murid. Ia berdoa semalam-malaman di tempat sunyi. Meski demikian masih saja ada murid yang bercita-cita lain dan akhirnya menyerahkan Yesus. Kadang kita bermimpi besar, meracik semua kekuatan untuk mimpi itu, tetapi masih saja ada yang berlawanan dengan pilihan dan mimpi kita. Bila mengalami pengalaman demikian, bagaimana anda bersikap?

 
Rabu, 7 September 2011 : Hari biasa
Kol.3:1-11; Mzm. 145:2-3,10-11,12-13ab; Luk. 6:20-26

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

LETAK KEBAHAGIAAN

Tiap orang memiliki alasannya sendiri untuk berbahagia. Ada orang tua yang bahagia karena membayangkan anaknya yang kelak akan menjadi orang setia dan tekun. Kebahagiaan yang ditawarkan Yesus bukan karena prestasi saat ini, melainkan karena sesuatu yang disimpan para murid untuk hidup kekal. Apakah anda bahagia, juga untuk hal-hal yang saat ini belum Anda rasakan?

 

 

Kamis, 8 September 2011 : Pesta Kelahiran SP Maria
Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30; Mzm. 13:6ab,6cd; Mat. 1:1-16,18-23 (Mat. 1:18-23)

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, ………………

POHON KELUARGA

Tak bisa dipungkiri, deretan nama aneh dalam awal Injil Matius membuat teks ini kurang menarik. Akan tetapi teks ini sangat berbobot untuk mengatakan Yesus yang historis, sungguh manusia, lahir dari klen keluarga yang hidup di aneka latar belakang sejarah. Bagaimana anda menghargai pohon keluarga Anda sebagai latar belakang karya Tuhan yang dilaksanakan lewat anda?

 

 

Jumat, 9 September 2011 : Hari biasa
1Tim. 1:1-2,12-14; Mzm. 16:1,2a,5,7-8,11; Luk. 6:39-42

Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

BAGI MATA

Dahulu guru koor saya mengajarkan untuk menyanyi dengan membagi mata, satu untuk teks satu untuk dirigen. Kalimat aneh itu tentu diucapkan agar anggota koor tidak melulu melihat teks, tetapi juga dirigen. Rupanya dalam hidup bersama kita perlu membagi mata, agar tidak melulu memandang kesalahan orag lain, tetapi juga satu mata diharapkan jujur untuk melihat diri sendiri. Apakah kecenderungan Anda cukup fair untuk melihat kedua arah dan menyerahkan semua pada kuasa Allah?

 

 
Sabtu, 10 September 2011 : Hari biasa
1Tim. 1:15-17; Mzm. 113:1-2,3-4,Sa,6-7; Luk. 6:43-49

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

ASAH HATI

Anda menunggu kejutan? Ya memang, dari keluarga pas-pasan muncul anak cerdas, dari orang berwajah garang muncul kelembutan hati, dan sebagainya. Tetapi apa yang bisa keluar dari hati yang jahat? Yesus-pun bisa ragu, karena sikap dan perilaku muncul dari keaslian hati manusia. Maka mengasah hati adalah panggilan mendasar, dan pendidikan yang paling fundamental.