Renungan Harian Minggu Biasa XXIII-A

Senin, 5 September 2011 : Hari biasa
KoL 1:24 – 2:3; Mzm. 62:6-7,9; Luk. 6:6-11

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”

BANGUNLAH DAN BERDIRILAH DI TENGAH!

Yesus menempatian orang yang mati sebelah tangannya itu di  sentral percakapan dengan orang Ahli-ahli Taurat. Bagi mata orang bernurani dan berjiwa inklusif orang cacat, orang sakit, orang miskin bisa menjadi fokus dialog bersama. Akan tetapi tidak demikian dengan dengan mata legalistis dan eksklusif, orang yang memerlukan pertolongan tetap dilihat dari kacamata kepentingan kesalehan dan hukumnya. Seberapa perhatian kita tanggap akan kehadiran orang miskin, sakit, atau cacat sebagai tanggung jawab bersama?

 

 

Selasa, 6 September 2011 : Hari biasa
KoL 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11; Luk. 6:12-19

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

MEMILIH PONDASI
Yesus sangat serius dalam memilih dan menyiapkan para murid. Ia berdoa semalam-malaman di tempat sunyi. Meski demikian masih saja ada murid yang bercita-cita lain dan akhirnya menyerahkan Yesus. Kadang kita bermimpi besar, meracik semua kekuatan untuk mimpi itu, tetapi masih saja ada yang berlawanan dengan pilihan dan mimpi kita. Bila mengalami pengalaman demikian, bagaimana anda bersikap?

 
Rabu, 7 September 2011 : Hari biasa
Kol.3:1-11; Mzm. 145:2-3,10-11,12-13ab; Luk. 6:20-26

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

LETAK KEBAHAGIAAN

Tiap orang memiliki alasannya sendiri untuk berbahagia. Ada orang tua yang bahagia karena membayangkan anaknya yang kelak akan menjadi orang setia dan tekun. Kebahagiaan yang ditawarkan Yesus bukan karena prestasi saat ini, melainkan karena sesuatu yang disimpan para murid untuk hidup kekal. Apakah anda bahagia, juga untuk hal-hal yang saat ini belum Anda rasakan?

 

 

Kamis, 8 September 2011 : Pesta Kelahiran SP Maria
Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30; Mzm. 13:6ab,6cd; Mat. 1:1-16,18-23 (Mat. 1:18-23)

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, ………………

POHON KELUARGA

Tak bisa dipungkiri, deretan nama aneh dalam awal Injil Matius membuat teks ini kurang menarik. Akan tetapi teks ini sangat berbobot untuk mengatakan Yesus yang historis, sungguh manusia, lahir dari klen keluarga yang hidup di aneka latar belakang sejarah. Bagaimana anda menghargai pohon keluarga Anda sebagai latar belakang karya Tuhan yang dilaksanakan lewat anda?

 

 

Jumat, 9 September 2011 : Hari biasa
1Tim. 1:1-2,12-14; Mzm. 16:1,2a,5,7-8,11; Luk. 6:39-42

Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?  Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

BAGI MATA

Dahulu guru koor saya mengajarkan untuk menyanyi dengan membagi mata, satu untuk teks satu untuk dirigen. Kalimat aneh itu tentu diucapkan agar anggota koor tidak melulu melihat teks, tetapi juga dirigen. Rupanya dalam hidup bersama kita perlu membagi mata, agar tidak melulu memandang kesalahan orag lain, tetapi juga satu mata diharapkan jujur untuk melihat diri sendiri. Apakah kecenderungan Anda cukup fair untuk melihat kedua arah dan menyerahkan semua pada kuasa Allah?

 

 
Sabtu, 10 September 2011 : Hari biasa
1Tim. 1:15-17; Mzm. 113:1-2,3-4,Sa,6-7; Luk. 6:43-49

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

ASAH HATI

Anda menunggu kejutan? Ya memang, dari keluarga pas-pasan muncul anak cerdas, dari orang berwajah garang muncul kelembutan hati, dan sebagainya. Tetapi apa yang bisa keluar dari hati yang jahat? Yesus-pun bisa ragu, karena sikap dan perilaku muncul dari keaslian hati manusia. Maka mengasah hati adalah panggilan mendasar, dan pendidikan yang paling fundamental.

2 responses to this post.

  1. makaish Mo, udah berbagi renungan, moga bermanfaat buat kita semua ya,, salam

    Reply

  2. Posted by Sinden & Tkg Nggamel. on September 11, 2011 at 10:06 PM

    Mo.makasih ya Renungan Hariannya, Maaf,belum terlambat kan? ” SELAMAT ULANG TAHUN IMAMAT ROMO ” yang ke 12. Semoga Romo tetap setia didalam Panggilannya.Amin.Kami yang menyayangi Romo selalu .KKI Scranton.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: