Renungan Harian Minggu Biasa XXIV-A

Senin, 12 September 2011 : Hari biasa
1Tim. 2:1-8; Mzm. 28:2,7,8-9; Luk. 7:1-10

Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

 

LANDASAN PENGHARAPAN

Ada pengharapan yang tak dilandasi pengertian yang kuat akan cinta Tuhan, sehingga ketika berlama-lama tak terpenuhi orang menjadi begitu merana, berontak dan menyalahkan sana-sini. Sebaliknya ada pengharapan yang disertai pemahaman mendalam akan kasih Tuhan. Perwira itu menjadi tajam bersikap tentang pengharapannya, karena ia memakai pengalaman sehari-harinya untuk mengimani betapa luasnya cinta Yesus. Ia memetik buah manisnya dan Yesus masih menyanjungnya: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Seperti apa landasan pengharapan Anda?

 

 

 
Selasa, 13 September 2011 : Pw S. Yohanes Krisostomus
1Tim. 3:1-13; Mzm. 101:1-2ab,2cd-3ab,5,6; Luk. 7:11-17;

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

GERAKAN HATI

Kadang tindakan Yesus digerakkan oleh permintaan, kadang sekedar karena gerakan hati melulu ia melakukan mujizat yang tak terbayangkan manusia. Gerakan hati yang tulus itulah yang kemudian menggerakkan iman sekian banyak orang. Seberapa gerakan hati Anda menjadi kejutan bagi orang yang tak mengharapkan pertolongan anda?

 

 

Rabu, 14 September 2011 : Pesta Salib Suci 

Bil. 21:4-9; atau Flp. 2:6-11; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Yoh. 3:13-17

Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

MEMORY OF LOVE

Salib adalah bukti tak terbantah dari kesediaan Yesus untuk menumpahkan darahnya bagi kasih; kasih Bapa sebagai alasan tunggal.  Tujuan itu yang kemudian menyingkirkan hasrat sekedar untuk mengadili dosa manusia. Ia menunjukkan bahwa kasih dan pengampunannya akan mengubah pengadilan manusia. Karena itu salib bukan lagi sebuah aib, tetapi sebagai kenangan akan cinta tanpa batas Allah, “a memory of love.”  Ciumlah salib dan kenanglah cinta itu.

 

 
Kamis, 15 September 2011 : Pw SP Maria Berdukacita
1Kor. 12:31 – 13:13; atau Ibr. 5:7-9; Mzm. 33:2-3,4-5,12,22; Luk. 7:31-35; atau Yoh. 19:25-27

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

MENYERAHKAN IBU

Tangisan seorang anak karena ditinggalkan ibu tentulah tak sedalam sayatan hati seorang ibu yang kehilangan anak dengan cara hina. Relasi itu terjadi di antara Yesus dan Maria, ibunya. Peringatan Maria berduka cita bukan hanya peringatan akan kesedihan Maria, tetapi peringatan kasih yang begitu mendalam antara Allah yang memanusia dan ibu dunianya, yang dengan begitu mendalam menampilkan diri sebagai ibu manusawi yang berjiwa ilahi. Bunda Maria, terimakasih, dukamu telah mengajari kami arti cinta ilahi.

 

 
Jumat, 16 September 2011 : Pw S. Komelius dan S. Siprianus
1Tim. 6:2c-12; Mzm. 49:6-7,8-10,17-18.19-20; Luk. 8:1-3; 

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

KEBAIKAN AKAN MEMANCAR DAN DIIKUTI

Perjalanan Yesus diikuti sekian banyak orang yang turut bekerja. Terbukti karya baik manusia memancar dan bisa membawa banyak orang mengikuti langkah yang sama. Kalau kita sedang frustasi karena orang tak mengikuti  jalan kita, barangkali itu adalah sebuah teguran yang cukup berarti untuk memurnikan  kebaikan dan ketulusan tindakan kita.

 

 
Sabtu, 17 September 2011 : Hari biasa
1Tim. 6:13-16; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 8:4-15

Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan: “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.

KOKOH DAN BERKELANJUTAN

Kita sering berada “on the spot” di tempat yang kelihatan, di perhatikan dan bahkan diincar banyak orang. Ketika iman tidak kokoh, banyak burung nazar kehidupan yang akan mengincar dan  menyerobot iman yang tinggal kecil dan goyah; pada akhirnya hidup kita dikuasai kekuatan lain. Apakah selama ini anda menyangka bahwa kokohnya iman itu menetap setelah kita dapat, atau sadar bahwa  iman kita perlu dijaga dan hidupi  setiap saat?

One response to this post.

  1. Posted by Sinden & Tkg Nggamel. on September 17, 2011 at 10:22 PM

    Mo,kami & teman2 siang tadi lunch di Teppan Yaki Grill dgn Mgr Siconolvi.Mgr menanyakan Romo posisi dimana?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: