Renungan Harian Minggu Biasa XXV-A

Senin, 19 September 2011 : Hari biasa
Ezc 1:1-6; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Luk. 8:16-18

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

TAK TERSEMBUNYI

Kadang kita mengira kabar buruk saja yang mudah terbongkar, Yesus yakin bahwa kabar baiknya tak bisa ditutup bergitu saja. Dengan demikian ia meramalkan bahwa warta keselamatan-Nya akan mewarnai dunia. Bila Anda mengemban pengalaman keselamatan, janganlah ditutup gantang. “Biarkan sinarnya bercahaya,” Yesus bersabda.

 

 

Selasa, 20 September 2011 : Pw S. Andreas Kim Taegon, dan Paulus Chong Hasang, dkk
Ezr. 6:7-8,12b,14-20; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Luk. 8:19-21;

Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau. Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

KRITERIA BARU

Orang Yahudi merasa menjadi bangsa terpilih Tuhan, anak kandung keselamatan. Seolah Yesus berbicara tentang dirinya sendiri, padahal ia mau berbicara kriteria baru keselamatan, yakni bagi mereka yang tekun mendengarkan firman Allah dan melakukannya. Apakah kita bisa mengukur pengharapan kita akan keselamatan berdasarkan kesediaan kita mendengarkan dan melakukan kehendak Allah.

 
Rabu, 21 September 2011 : Pesta S. Matius
Ef. 4:1-7,11-13;Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

PERTOBATAN, RAHMAT BAGI SEMUA ORANG

Pertobatan memang mengagetkan banyak orang, bisa menjadi sumber sukacita bagi masyarakat yang berhati tulus. Yesus menghadapi masyarakat yang melihat kesalehan sebagai hak istimewa sebuah kalangan. Kelompok ini akan memandang pertobatan sesama dengan apatis, bahkan dengan sikap iri dan memojokkan. Yesus kalangan luas yang memerlukan kesembuhan, pemulihan, pertobatan. Bagaimana anda memandang pertobatan sesama?

 
Kamis, 22 September 2011 : Hari biasa
Hag. 1:1-8; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,96; Luk. 9:7-9

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

INGIN MELIHAT TONTONAN

Kedatangan Yesus disambut gegap gempita oleh mereka yang menantikan mesias, dengan kecurigaan mereka yang punya kepentingan dan intrik keagamaan dan politis. Berita tentang Yesus yang konon menjelmakan Yohanes dengan segala kuasanya telah membuat Herodes penasaran, cemas dan ingin melihatNya. Masing-masing kita memiliki kedalaman keinginan untuk merasakan kehadiran Yesus. Apakah keinginan kita itu diwarnai ketulusan.

 


Jumat, 23 September 2011 : Pw S. Padre Pio dr Pietrelcina
Hag. 2:1b-10; Mzm. 43:1,2,3,4; Luk. 9:19-22;

Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.

BAWA DALAM KETENANGAN

Setelah insiden dengan Herodes, Yesus kembali menyepi dan berdoa. Dan dalam keadaan yang sangat intim personal Yesus bertanya kepada para murid tentang dirinya. Seperti dicatat dalam Injil lain Petrus menjawab mewakili murid-murid lain. Bagi Yesus jawaban itu mengejutkan karena sangat dalam, tetapi unkapan Yesus tentu juga tak kalah mengejutkan. Yesus meminta mereka tak memberitahukan hal itu kepada siapapun. Yesus ingin agar para murid membawa dalam ketenangan dan meresapkan bagi peristiwa yang lebih menantang, penderitaan Yesus.

 
Sabtu, 24 September 2011 : Hari biasa
Za. 2:1-5,10-11a; MT Yec 31:10,11-12ab,13; Luk. 9:43b-45

Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

KITAPUN HARUS MELEWATINYA

Hati para pengikut Yesus seperti dilambungkan dan di turunkan drastis. Setelah berbicaa tentang Yesus sebagai Mesias, mereka harus menerima perwartaan Yesus bawa Ia akan diserahkan ke tangan manusia dan menderita. Yesus tetap mengatakannya karena para murid juga mesti melewati jalan yang sama.

2 responses to this post.

  1. Romo Parno, apa kabar…? Saya sering membaca kembali renungan yang di-email oleh Romo, kadangkala ada peristiwa dalam kehidupan kami yang pas dengan renungan itu. Sehingga saya paham apa arti yang hakikat yang ditulis Romo dalam renungan itu.

    Reply

  2. Saya senang kalau coretan-2 mingguan itu punya arti untuk Jeff dan teman-teman.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: