Renungan Harian Minggu Biasa XXVIII-A

Senin, 10 Oktober 2011 : Hari biasa 

Rm. 1:1-7; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk. 11:29-32

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

ORANG ASING MENJADI DEKAT

Sebuah kenyataan dari ikatan persaudaraan dalam Tuhan, yakni ketika orang yang semula asing menjadi dekat. Yesus menyebut ratu selatan yang akan menjadi pengadil bagi orang-orang yang semula dipilih Allah tetapi hidup dengan tidak setia. Dan hal itu terjadi karena orang asing itu attentive, mau mendengarkan hikmat salomo. Apakah anda semakin terbuka terhadap orang lain setelah mendengarkan hikmat Allah?

 

 

Selasa, 11 Oktober 2011 : Hari biasa
Rm. 1:16-25; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 11:37-41

Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

HIDUP DARI DALAM

Kadang kita dikejutkan oleh restoran yang megah bagus, tetapi kamar kecilnya kotor dan berbau. Reaksi spontan kita sebenarnya sudah merupakan pembelajaran yang mengingatkan bahwa penampilan luar mesti diimbangi kebersihan batiniah. Hidup dari dalam adalah bukti bahwa seseorang “memiliki isi”, tidak mengandalkan permukaan.

 
Rabu, 12 Oktober 2011 : Hari biasa
Rm 2:1-11; Mzm 62:2-3.6-7,9; Luk 11:42-46

Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.”

BOBOT MANUSIA

Kehadiran orang-orang berbobot seperti Dalai Lama, Mother Theresa, Paus Yohanes Paulus II sering menjadi bagaikan magnet yang menyedot orang dari berbagai kalangan. Mereka menjadi tanda yang kelihatan bagi damai dunia. Sebaliknya, hidup yang kosong, yang lebih  suka nampak di depan tetapi tanpa jiwa kerendahan hati yang tulus, menjadi bagaikan kubur kosong yang tanpa tanda, tempat kebusukan yang menyesatkan orang. Demikian Yesus mengumpamakan.

 
Kamis, 13 Oktober 2011 : Hari biasa
Rm. 3:21-30a; Mzm. 130:1-2,3-4b,4c-6; Luk. 11:47-54

Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya.

HORMAT YANG TULUS

Yesus memperingatkan keras mereka yang hidup dalam dua dunia, mencampurkan hormat dan kebencian, seolah menhormati nabi, tetapi membunuh suara para nabi. Berbahagialah orang yang hidup tulus, yang sikap hormatnya ditandai dengan keterbukaan terhadap suara kenabian.

 

 

Jumat, 14 Oktober 2011 : Hari biasa
Rm. 4:1-8; Mzm. 32:1-2,5,11; Luk. 12:1-7

Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.

RAGI KEMUNAFIKAN

Ragi tak sekedar meresapi, tetapi juga mengubah rasa dan wujud. Ragi dipakai Yesus untuk mengumpamakan cara menyebarnya Kerajaan Allah, tetapi juga dipakaiNya untuk menggambarkan menyebarnya kemunafikan. Itu berarti Yesus melihat betapa berbahanya transformasi yang menghancurkan dari ragi kemunafikan. Seberapa kita menjadi pribadi yang kuat atas pengaruh kemunafikan dunia yang mengedepankan penampilan semu?

 

 

Sabtu, 15 Oktober 2011 : PW S. Teresia dr Yesus
Rm. 4:13,16-18; Mzm. 105:6-7,8-9,42-43; Luk. 12:8-12;

Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.

BENTENG PENGAMPUNAN

Sikap menerima atau menolak Yesus adalah tahap kemudian dari hidup manusia, yang pertama-tama adalah mengakui kehadiran-Nya. Menyangkal kehadiran Yesus tak ubahnya menyangkal kenyataan yang ada di depan mata, sejalan dengan menghujat kerja Roh Kudus atas diri kita. Penyangkalan itu pula yang menutup pintu ampun atas luka manusia. Bagaimana kita membuka diri terhadap pewahyuan Yesus?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: