Renungan Harian Masa Adven I – B

Minggu, 27 November 2011 : HARI MINGGU ADVEN I

Yes. 63:16b-17; 64:1,3b-8; Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19; 1Kor. 1:3-9; Mrk. 13:33-37

 “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!”

 

SELAMAT TAHUN BARU

Hari ini adalah tahun baru dalam kalender liturgi kita. Awal tahun ini ditandai pengharapan yang besar akan kehadiran Tuhan. Ada beberapa kehadiran yang dihayati di sini.

 

Ketika Tuhan Berkenan Memulihkan

Ada stasi desa yang hampir mati karena umat mudanya habis pindah ke kota. Beberapa orang tua dengan pedih mempersilahkan romo parokinya untuk menutup stasi itu. Dengan tenang pastor parokinya berkata, “Dulu Tuhan menabur benih di sini, Dia bisa menumbuhkan tunas muda lagi di sini”. Dan benar saja, beberapa keluarga muda kembali, bahkan ada orang-orang baru yang datang dan menghidupkan stasi tersebut.

Bangsa Israel telah berputus asa di pembuangan, tetapi digambarkan di dalam Kitab Yesaya ini umat yang dahulu meratap, bahkan seolah Tuhan telah menyembunyikan wajahnya pada mereka, akhirnya boleh menyaksikan Tuhan yang berkenan membela umatnya. Mereka dibebaskan dari tawanan, dan kembali memegang kokoh Tuhan yang mereka imani.

Adven adalah kesempatan kita merasakan Tuhan yang berkenan lagi kepada umatnya. Natal akan menjadi bukti semua itu. Dengan ini kita bisa menyingkirkan jauh setiap keputusasaan, karena kalau Tuhan berkenan, Ia bisa memulihkan segalanya.

Kehadiran Eskatologis: Berjaga-jagalah

Adven juga menjadi penantian eskatologis akan kedatangan Yesus yang kedua. Kedatangan ke dua ini bisa menjadi horizon keselamatan yang diharapkan menyuburkan sikap rendah hati, berjaga-jaga dan setia. Hal itu bisa terjadi bila kemudian manusia menyadari betapa kehadiran Allah bukan dikte kita, tetapi keputusan maha kuasa Tuhan. Sikap kreatif yang diharapkan dalam masa penantian ini adalah pertobatan. Hal itu akan semakin bermakna ketika kita menghayati kehadiran Yesus sebagai momen pembebasan. Menyadari kerangkeng dosa kita di masa penantian ini merupakan langkah paling berharga.

 

Senin, 28 November 2011 : Hari biasa Pekan I Adven

Yes. 2:1-5 atau Yes. 4:2-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5,6-7,8-9; Mat. 8:5-11

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.

MERASA TAK PANTAS

Perwira tadi memakai keyakinan umum bahwa hanya orang salehlah yang pantas menerima kunjungan Tuhan. Sikap dan pernyataan Yesus menyanjung pikiran perwira tadi dan meyakinkan public bahwa keterbukaan sajalah yang menjadi prasarat kehadiran Yesus. Tak jarang kita diracuni perasaan berjasa dan merasa pantas menerima Tuhan, saat lain merasa tak pantas dan cukuplah Tuhan menjauh dari kita. Ternyata dua-duanya merupakan kesalahan, kita perlu terbuka mengakui kekurangan kita, sekaligus percaya bahwa Tuhan akan hadir dan melakukan sesuatu.  Adven menjadi saat pengakuan dan pemantasan diri.

 

Selasa, 29 November 2011 : Hari biasa Pekan I Adven

Yes. 11:1-10; Mzm. 72:2,7-8,12-13,17; Luk. 10:21-24

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.

RUANG KOSONG YANG MENYELAMATKAN

Kerendahan hati laksana ruang kosong yang siap diisi kebesaran Tuhan. Orang-orang sederhana dianggap memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami kerajaan surga dan memahami Allah. Bagaimana anda menggambarkan diri anda, menjadi pribadi yang penuh, atau pribadi yang memiliki rongga untuk diisi Allah?

 

Rabu, 30 November 2011 : Pesta S. Andreas

Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22

Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

DIPANGGIL SESUAI PEKERJAANNYA

Tak ada profesi yang membuatnya tak layak untuk menjawab panggilan Tuhan. Simon dan Andreas para penjala ikan itu dipanggil untuk menjala manusia, Lukas yang adalah tabib dipanggil mewartakan kesabaran Tuhan dalam melayani penderita, Zakeus yang adalah pemungut cukai dipanggil untuk meberi kesaksian kemurahan hati, Maria Magdalena yang disebut pelacur itu dipanggil Tuhan memberi kesaksian penyesalan yang mendalam dan pengabdian tulus. Lihatlah profesimu, apa panggilan Tuhan yang memungkinkan untuk anda?

 

Kamis, 1 Desember 2011 : Pw S. Dionisius dan Redemptus

Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27;

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

BERDIRI DENGAN KAKI IMAN DAN PERBUATAN

Kadang penghayatan iman kita timpang, hanya berjalan dengan keyakinan iman tetapi tak berjalan dengan buah-buah iman, yakni perbuatan. Kalau demikian, kita belum layak masuk kerajaan surga. Apakah kita cukup lengkap melihat keduanya?

 

Jumat, 2 Desember 2011 : Hari biasa Pekan I Adven

Yes. 29:17-24; Mzm. 27:1,4,1314; Mat. 9:27-31

Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.  Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini.”  Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

YA TUHAN, AKU PERCAYA

Seorang anak hidup amburadul karena belum percaya kalau ibu bapaknya sungguh mencintai dia. Ia pergi meninggalkan rumah. Ia baru sadar kalau ia dicintai sepenuh hati ketika percaya ibu bapaknya mengurbankan segalanya untuk menemukan dia. Kepada orang buta tadi Tuhan bertanya: Percayakah kamu, bahwa aku dapat melakukannya? Saat itu ia disembuhkan. Masa Adven sangat bagus untuk melihat kebesaran cinta Tuhan, mempercayainya, dan hidup baru karenanya.

 

Sabtu, 3 Desember 2011 : Pesta S. Fransiskus Xaverius

I Kor. 9:16-19,22-23; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-20

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

BAPTISAN DAN BEKAL PERUTUSAN

Tak banyak orang menyadari bahwa pembatisan menambahkan kepada kita martabat ilahi yang memampukan kita menjadi utusan yang berdaya guna. Kenanglah hari pembaptisan anda dan tunjukkan imanmu dalam pelayanan.

2 responses to this post.

  1. Posted by isti on November 28, 2011 at 2:45 AM

    terimakasih ya romo atas kiriman renungan mingguan minggu adven, selamat berkarya. GBU

    Reply

  2. sama-sama bu Isti, semoga nambah inspirasi.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: