Renungan Harian Minggu Biasa V-B

Setelah sebulan lebih saya tak mengunggah renungan harian berhubung kepergian saya untuk asistensi Natal di Papua dan karena kerusakan komputer saya, maka kini renungan harian ASKINGROAD muncul lagi. Semoga bermanfaat. 

Minggu, 5 Februari 2012 : Hari Minggu Biasa V
Ayb. 7:1-4,6-7; 1Kor. 9:16-19,22-23; Mrk. 1:29-39; Kej. 39:1-23

Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” 

UNTUK SESUATU YANG LEBIH BESAR

Ketenaran kadang menggoda manusia untuk menikmati kenyamanan sesaat. Yesus  mengajak para murid pergi ke daerah lain untuk mengingatkan kepada para murid akan tujuannya yang lebih luhur dan luas, yakni keselamatan semua orang. Bagaimana kita terus menyadari tujuan besar kita? Apa godaan terberat dalam perjalanan kita?

 
Senin, 6 Februari 2012 : Pw S. Paulus Miki
1Raj. 8:1-7,9-13; Mrk. 6:53-56; Kej. 41:1-15,25-43

Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh

KEMAUAN DISELAMATKAN

Ada orang yang meminta tindakan demonstratif dari Allah, tetapi ada yang yakin bahwa imannya akan memulihkan dia. Orang tadi merasa cukup dengan menyentuh jumbai jubah Yesus, tanpa meminta sabda dahsyat-Nya. Kemauan untuk diselamatkan mengambil peran istimewa dalam karya keselamatan Yesus. Apakah kita cukup terbuka pada Yesus, atau masih sibuk memikirkan cara-cara istimewa lain lagi?’

 

 

Selasa, 7 Februari 2012 : Hari Biasa
1Raj. 8:22-23,27-30; Mrk. 7:1-13; Kej. 41:55-42:26

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”  Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.  Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

BAGUS LUAR DALAM

Betapa senangnya kalau kita mendapatkan barang orisinil yang bagus luar dalam. Ada banyak goadaan untuk hidup dipermukaan saja, kurang mengisi kedalaman batin. Yesus menegur orang-orang agar tulus lahir batin di dalam ibadah dan dalam hidup. 

 
Rabu, 8 Februari 2012 : Hari Biasa
1Raj. 10:1-10; Mrk. 7;14-23; Kej. 43:1-7,26-34

Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.

YANG NAJIS 

Manusia kadang begitu mewaspadai makanan, karena makanan yang masuk tubuh memang memberi signal karakter kita apakah kita rakus atau tidak, apakah kita selektif atau tidak, dan sebagainya. Yesus tak menghilangkan adat itu, tetapi melihat sisi lain yang lebih penting, agar kita mewaspadai kekotoran yang  keluar dari hati lewat tutur kata dan tindakan kita.  

 

 

Kamis, 9 Februari 2012 : Hari Biasa
1Raj. 11:4-13; Mrk. 7:24-30; Kej. 44:1-20,30-34

Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”  Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

IMAN DAN HARGA DIRI

Harga diri memang membuat manusia percaya diri. Tetapi di depan Tuhan harga diri kadang harus diperhitungkan ulang agar tidak mengalahkan keterbukaan pada karya Tuhan. Perempuan Sirofenesia yang tak malu disamakan dengan anjing yang berburu remah-remah justru disanjung Yesus sebagai perempuan yang beriman, bahkan dihadiahi kesembuhan anaknya dari kerasukan setan.  Apakah yang masih membelenggu anda saat ini?

 

 

Jumat, 10 Februari 2012 : Pw S. Skolastika
1Raj. 11:29-32; 12:19; Mrk. 7:31-37; Kej. 45:1-15,21b-2;46:1-7

Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.  Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah.

RUNTUHKAN PAGAR KEBAIKAN

Kadang kita ketat membatasi kebaikan kita untuk kalangan sendiri, keluarga sendiri, untuk teman seagama, dan sebagainya. Yesus melalui daerah yang dihuni banyak orang asing di wilayah utara. Justru di sana ia membuat mujizat membuka telinga orang buta. Keterbukaan Yesus menolong orang asing tak sekedar membuka telinga mereka, tetapi juga hati mereka untuk hidup di dalam Tuhan. Masihkah kita memasang pagar kebaikan? Runtuhkan.

 

 

Sabtu, 11 Februari 2012 : Hari Biasa
1Raj. 12;26-32; 13;33-34; Kej. 49:1-28,33,Mrk 8:1-10

Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.  Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?”

BEKERJA DENGAN HATI

Secara logika orang-orang lapar tadi mesti pergi mencari makan sendiri. Tetapi Yesus menunjukkan belaskasihan dan berupaya mengucap berkat atas roti yang sangat sedikit,  tak sebanding dengan kebutuhan. Pernahkah anda merasa tak berdaya, namun ketika anda berkomitmen untuk berbuat baik ternyata semua urusan menjadi selesai? Ulangi mujizat Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: