Renungan Harian Minggu Biasa XXXIII-B

Senin, 19 November 2012 : Hari Biasa 

Why. 1:1-4; 2:1-5a; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 18:35-43

Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

MEMBACA KEINGINAN MANUSIA

Kadang kita bertanya, kalau Tuhan sudah tahu kebutuhan kita, untuk apa kita meminta? Iman adalah sebuah tanggapan; tanggapan manusia menjadi jelas ketika ia mengungkapkan. Yesus sudah membaca keinginan orang buta itu, tetapi pernyataannya untuk disembuhkan menjadi bukti iman dan dorongan untuk memuliakan Allah.

 

Selasa, 20 November 2012 : Hari Biasa 

Why. 3:1-6,14-22; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Luk. 19:1-10

Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

 

MENUMPANG DI RUMAHMU

Pernahkah anda bayangkan betapa kuatnya arti sentuhan pribadi? Zakeus memanjat pohon bak orang ingin melihat artis lewat. Pernyataan Yesus untuk singgah di rumahnya tentu tak terbayangkan.  Ia disentuh secara pribadi. Pantas saja kalau hal itu begitu mengubah Zakeus. Apakah Yesus anda rasakan hadir di rumah anda? Bagaimana sapaan anda dalam pergaulan, adakah sesuatu yang personal?

 

 

Rabu, 21 November 2012 : Pw SP Maria Dipersembahkan kepada Allah 

Why. 4:1-11; Mzm. 150:1-2,3-4,5-6; Luk. 19:11-28;

Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.

 

SOAL TANGGUNG JAWAB

Kata mina dan talenta sering kita tafsirkan sebagai bakat. Kalau hanya itu, mengapa Yesus menjadi begitu serius? Ya, ini soal hidup yang telah dititipkan Tuhan untuk tidak disia-siakan. Yang diperhitungkan Tuhan bukanlah besarnya hasil yang kita peroleh, tetapi tanggungjawab kita atas kehidupan ini. Apakah kehidupan ini kita pelihara dan kembangkan dengan baik?

 

 

Kamis, 22 November 2012 : Pw S. Sesilia 

Why. 5:1-10; Mzm. 149:1-2,3-4,56a,9b; Luk. 19:41-44;

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.

 

SADAR

Yesus memasuki tahap akhir perjalanannya menuju Yerusalem. Di sana ia membayangkan akhir yang tragis bagi kota suci itu. Semua itu bisa terjadi karena Yesus melihat orang-orang begitu khilaf, membanggakan kemegahannya, dan tak sadar akan hidup mereka yang telah beraroma maut.  Begitu pentingnya melihat sisi lain dari kehidupan kita, yaitu dekatnya dengan maut. Ketika kita sadar akan kerapuhan kita, bersandarlah kepada Sang Kehidupan. Di dalam dia kita hidup.

 

 

Jumat, 23 November 2012 : Hari Biasa 

Why. 10:8-11; Mzm. 119:14,24,72,103,111,131; Luk. 19:45-48

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” 

 

KEMBALIKAN FUNGSINYA

Ini adalah catatan sangat singkat dibanding tulisan Yohanes tentang pembersihan Bait Allah. Meski demikian, sama-sama menggambarkan ketegasan Yesus mengembalikan fungsi bait Allah. Tanpa sadar aktifitas jual beli persembahan dan kebutuhan darurat seputar ziarah telah mengubah fungsi bait doa menjadi tempat jualan. Ketegasan Yesus mengingatkan perlunya kemauan keras kita untuk berani menilik beberapa kesalahan dalam menghayati aneka aktifitas rohani kita. Marilah kita kembalikan tujuan awal setiap aktifitas kita.

 

 

Sabtu, 24 November 2012 : Pw S. Andreas Dung Lac 

Why. 11:4-12; Mzm. 144:1,2,9-10; Luk. 20:27-40;

Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan. Tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.

 

HIDUP BARU

Ada rumusan doa prefasi, hidup hanyalah diubah bukan dilenyapkan. Kadang kita masih berpikir bahwa kehidupan akherat merupakan kelanjutan persis dari aktifitas dan keadaan dunia kita. Ternyata bukan. Kita diubah, Tuhan Yesus menjanjikan hidup ilahi yang serba baru, tanpa melanjutkan status dunia kita. Marilah belajar untuk memandang kemuliaan yang dijanjikan Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: