HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Minggu, 26 Mei 2013, HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS: Yoh. 16:12-15

MENCINTAI YANG DICINTAI TUHAN

tritunggL“Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.”

Salah satu ciri hidup bersama yang sehat adalah adanya sense of belonging, rasa memiliki. Ini bukan soal hak, tetapi soal cara menjaga. Kalau kita hendak hidup dalam Tritunggal Mahakudus, cintailah apapun yang dicintai Tuhan.

 

Senin, 27 Mei 2013: Mrk. 10:17-27

UJIAN TERBERAT, MELEPAS

“Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin…..”

Batu uji iman yang utama bukanlah kepatuhan moral, tetapi siap kehilangan kepemilikan yang sifatnya sementara. Moral anak muda dalam Injil ini tanpa cacat, tetapi sungguh berat ketika harus melepaskan hartanya bagi orang miskin. Bagaimana anda?

 
Selasa, 28 Mei 2013 : Mrk. 10:28-31
PERHITUNGAN TUHAN

“Setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat. …….. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Kadang orang begitu ketat menghitung imbalan yang mesti diterima dari Tuhan atas perbuatan baiknya. Tuhan menjanjikan, tetapi Dialah yang menentukan yang terbaik dan waktu paling pas bagi manusia.

 

 

Rabu, 29 Mei 2013, Hari Biasa
Mrk. 10:32-45
UKURAN KITA, PELAYANAN

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” 

Semakin matang kedewasaan manusia, ia tidak akan mengukur dirinya dari apa yang ia dapatkan, tetapi dari peranannya untuk melayani Tuhan dan sesama di dunia.

 
Kamis, 30 Mei 2013,
Mrk. 10:46-52
PENGLIHATAN IMAN

“Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Yang melihat tak sekedar matanya, tetapi hatinya, mata imannya, sehingga ia menangkap siapa yang telah mengasihinya.

 

 
Jumat, 31 Mei 2013, Pesta St Perawan Maria Mengunjungi Elisabet
Luk. 1:39-56

MEMBAWA TUHAN

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Maria hadir sebagai diri sendiri, sebagai seorang saudari. Lebih dari itu ia membawa sukacita karena membawa Tuhan di dalam dirinya. Adakah kehadiran anda selalu membawa sukacita? Bawalah Tuhan dalam setiap pergaulan.

 

 

Sabtu, 1 Juni 2013, Peringatan St. Yustinus: Mrk 11:27-33

TULUS MELIHAT KUASA TUHAN

Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Kadang orang begitu penuh intrik untuk menjebak Yesus membeberkan kuasanya. Semua rahasianya ternyata dinyatakan kepada orang yang sederhana dan tulus, bukan kepada yang cerdik namun culas.

One response to this post.

  1. Renungan yang singkat , tajam..dari Romo terus melekat ini sehingga mudah untuk mencernanya.semoga tetap tinggal di hati.dan menerapkannya dalam kehidupan..sampai akhir hayat..berkah dalem Romo Parno

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: