Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Kebanyakan orang mengira bahwa Gereja Basilika Santo Petrus adalah gereja utama di Roma. Hal itu bisa dimengerti karena banyak peristiwa penting gerejani bersama Bapa Paus sering dilakukan di sana. Akan tetapi yang utama bagi Gereja Katolik adalah Gereja Basilik Lateran.

basilicjohnlateran

Bahkan di Basilik ini tertulis “Ibu dan hamba bagi Gereja seluruh kota dan dunia”. Basilik ini didirikan Kaisar Konstantinus Agung pada tahun 324 sebagai ungkapan syukur atas pembebasan  Gereja katolik dari penganiayaan selama tiga ratus tahun oleh kaisar-kaisar kafir Romawi. Meski demikian, apa hubungannya dengan kita? Mengapa kita mesti merayakan pemberkatannya?

 

Bait Allah

Pemberkatan Basilik Lateran mengingatkan kita akan martabat luhur kita sebagai Bait Allah, rumah kediaman Allah yang telah dibebaskan dari penindasan dosa, rumah doa yang telah diberkati dan dikuduskan Allah lewat pembaptisan.

Mulanya Biasa Saja

Belajar dari peristiwa Yesus yang menyucikan Bait Allah, kita disadarkan kembali bahwa kita  tak luput dari kealpaan yang kadang dimulai dari hal yang sangat biasa saja. Siapakah sebenarnya orang-orang yang berdagang di bait Allah itu? Mereka adalah orang-orang baik yang secara turun-temurun berjualan menyediakan bahan-bahan persembahan dan kurban. Ada yang menjual lembu, domba, merpati, dan barang barang lain sebagai tanda bakti kepada Allah. Karena tempat itu adalah tempat perjumpaan orang dari berbagai bangsa, maka ada penukar-penukar uang, supaya peziarah ke bait Allah ini tidak kesulitan belanja dan memberi derma. Semua bermula dengan hal baik dan berjalan biasa saja. Tetapi tanpa di sadari para pedagang tak lagi mengingat tujuan luhur persembahan itu. Mereka lalu hanya melihat Bait Allah itu sebagai tempat untuk berdagang dan mendapatkan untung. Yesus mengusir mereka bukan karena membenci mereka, tetapi hendak mengangkat kembali kesadaran akan tujuan terpenting bait Allah itu, yakni sebagai tempat perjumpaan umat dengan Allahnya.

Pencemaran dosa atas diri kita sering diawali dengan hal yang biasa, bahkan semula baik tujuannya. Tetapi tanpa kita sadari, kita tak lagi mengedepankan perjumpaan kita dengan Allah. Belenggu korupsi dimulai dari ketidakjujuran pada hal-hal sepele, pembunuhan diawali kemarahan, kemarahan diawali oleh rasa iri, rasa iri diawali oleh kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Contoh lain, kadang terjadi ada orang yang semula bertujuan mulia memfasilitasi ziarah, setelah merasakan ada keuntungannya lalu membabi buta memanfaatkan setiap media Gereja untuk tujuan pribadinya.

Revolusi Mental

Penyucian Yesus atas bait Allah bukan sekedar peristiwa pengosongan sebuah gedung dari aktifitas perdagangan. Melainkan sebuah “revolusi mental” bagi setiap orang yang memasukinya. Kecintaan kita pada rumah Bapa akan membuat kita rela terbakar hangus dan berubah. Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” Demikian dikatakan dalam Injil Yohanes (2:17). Untuk hal ini Tuhan tak sekedar rela hangus, Ia rela mati di salib. Dan untuk itu ia mengingatkan, bahwa ia runtuh luluh lantak dan mati, tetapi dibangun kembali dalam tiga hari, dibangkitkan mulia oleh Bapa. Ketika Tuhan menggoncang dan mengobrak-abrik hidup kita, hal itu pun adalah sebuah perjalanan untuk kita dihanguskan, diubah, dikuduskan dan dibangun kembali serta dibangkitkan mulia.

Dengan demikian, perayaan Pemberkatan Gereja Basilik Yohanes Lateran menjadi perayaan atas kehidupan kita yang diangkat kembali oleh Allah. Terpujilah Tuhan!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: