Renungan Minggu Biasa XXI-B

“PERKATAANMU ADALAH PERKATAAN HIDUP YANG KEKAL”

Bacaan hari ini merupakan bagian terakhir dari Injil Yohanes bab 6. Di antara aneka pengajaran Yesus, tema roti hidup sungguh menantang para murid untuk melihat Yesus tak sekedar sebagai pribadi ilahi-surgawi, tetapi bahkan sebagai makanan kehidupan. Banyak orang percaya dan setia pada Yesus, tetapi tak sedikit juga yang pergi meninggalkan Yesus karena firmanNya terasa sangat keras, tidak logis, bahkan dirasa menghujat Tuhan. Pada bagian terakhir ini Yesus menguji komitmen para murid dengan sebuah pertanyaan, apakah kamu akan pergi juga?

Tantangan-tantangan keseharian hifirmandup kita sebenarnya adalah tantangan yang sama yang diterima para murid. Kekecewaan kita pada Tuhan sering menggoda kita untuk pergi, berpaling dari-Nya, atau sekedar tidak mau berpikir tentang Tuhan lagi. Bahkan ada yang secara demonstratif menghujat Tuhan. Pada saat yang sama“hukum alam” itu juga akan memunculkan orang-orang yang memiliki kualitas iman yang tinggi, yang mampu menangkap rahasia terdalam dari pesan Yesus. Mereka tidak meninggalkan Yesus meski firman-Nya sangat keras.

Petrus seperti mewakili para murid yang lain untuk menyampaikan keputusan finalnya dengan mengatakan, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal” (Yoh 6:68). Bagi Petrus, meninggalkan Yesus tidak sekedar tidak mendapatkan guru bijaksana, tetapi akan lebih fatal lagi, tidak mendapatkan jaminan kehidupan kekal. Baginya sekarang tidak ada lagi kata memilih yang lain, karena memilih meninggalkan Yesus berarti akan kehilangan kehidupan yang kekal. Petrus bulat dengan segala resiko memilih untuk tinggal bersama Yesus dan pergi kemanapun Yesus pergi. Itu bukan tanpa resiko. Para murid bisa saja terancam dikucilkan tetangga, dianggap pengikut ajaran sesat para guru kitab di sekitarnya, bahkan sangat mungkin ikut teraniaya bila gurunya, Yesus, juga teraniaya.

Praktek iman kita selalu diwarnai pencarian, kesabaran berhadapan dengan rentang waktu, iming-iming atau godaan, penyelewengan, emosi, tantangan, cercaan orang lain, bahkan ancaman dari orang-orang yang tidak suka.  Semua adalah gelombang samudera untuk menguji kita, apakah kita akan tetap memilih perahu Yesus,  tinggal bersamanya, menjalin hubungan akrab dengannya, dan pergi mengikutinya. Hanya mereka yang setia sampai akhir akan mendapatkan mutiaranya, kehidupan yang kekal.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: