Archive for July, 2011

Renungan Harian Pekan Biasa XVII-A

Senin, 25 Juli 2011 : Pesta S. Yakobus

2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

BUKAN BUAH KEINGINAN

Ketika dikejar sebagai cita-cita maka kedudukan sering menjadi buah keinginan, tak peduli siapapun yang meninginkannya. Tetapi sebenarnya, kedudukan adalah buah mandat yang mesti dijalani dengan meminum piala penderitaan karena pelayanan. Bangsa kita sedang dihantam visi kerdil yang hanya mengedepankan jabatan sebagai buah keinginan, sehingga mendorong pelakunya mengedepankankan keinginannya. Apakah kedudukan yang anda pegang saat ini anda hayati sebagai buah mandat kepercayaan sesama dan Tuhan? Sejauh mana kita menjadi siap meminum cawan pelayanan?

 

Selasa, 26 Juli 2011 : Pw S. Yoakim dan Anna
Sir. 44:1,10-15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

KESEMPATAN PENUH RAHMAT

Peristiwa keselamatan dinantikan sekian banyak orang dalam sejarah, tetapi kesederhanaan Yoakim dan Anna-lah yang telah membukakan kesempatan, bukan saja menjadi saksi sejarah, tetapi menjadi bagian penting dari sejarah lahirnya Sang Juru Selamat lewat Maria, puteri mereka. Ada orang yang yang berkutat dengan dirinya sendiri, tak ambil bagian dalam kesibukan masyarakat. Ada pula orang yang membuat sejarah dengan merankan diri dalam pelayanan masyarakat dalam kebersamaan umat. Bagaimana anda melihat hidup anda sebagai kesempatan penuh rahmat. Apakah anda berusaha menjadi bagian sejarah pengenalan Sang Juru Selamat di masa dan tempat anda hidup saat ini? Apakah hidup anda digerakkan visi yang mendorong anda untuk berperan dalam karya keselamatan rakyat?

 

Rabu, 27 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 34:29-35; Mzm. 99:5,6,7,9; Mat. 13:44-46

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

BERTARUH DEMI YANG TERBAIK

Pada jaman ini bukan hal yang mudah untuk fokus pada sesuatu yang terpenting, serta terus memburu fokus itu dengan penuh semangat. Ada sekian banyak “barang baru” yang selalu mengalihkan perhatian kita. Ketika Tuhan merajai hidup dan cita-cita anda, adakah kegigihan untuk mempertahankan dan berani “menjual” keinginan-keinginan lain?

 

Kamis, 28 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 40:16-21,34-38; Mzm. 84:3,4,5-6a,8a,11; Mat. 13:47-53

“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar.

SAAT TUHAN MEMILAH DAN MEMILIH

Hidup kadang seperti dibiarkan saja oleh Tuhan, orang jahat dibiarkan hidup bersama dengan orang baik. Itu tak berarti Tuhan membiarkan semua akan abadi, karena pada akhirnya Tuhan akan memilah mana yang baik dan mana yang jahat, dan pada akhirnya Ia memilah yang baik dan buruk, lalu memilih yang layak untuk diselamatkan. Bagaimana anda memanfaatkan kebebasan yang dianugerahkan secara istimewa kepada anda?

 

Jumat, 29 Juli 2011 : Pw S. Marta, Maria dan Lazarus
1Yoh. 4:7-16; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11; Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

SEJARAH BARU

Ada kalangan yang begitu bagga dengan sejarah kotanya, tetapi tak mengukir sejarah baru karena tak berbuat perubahan menuju kemajuan bagi bangsanya. Tuhan mengecam bangsa yang mengukuhi statusquo dan membutakan diri untuk bisa maju. Tuhan menyanjung kota-kota yang berintrospeksi dan bertobat. Apa sejarah baru yang anda ukir untuk menunjukkan pembaharuan hidup?

 

Sabtu, 30 Juli  2011 : Hari biasa
Im. 25:1,8-17; Mzm. 67:2-3,5,7-8; Mat. 14:1-12 

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: “Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!”

ANCAMAN DARI KUBUR

Suara kebenaran akan menegur manusia sampai relung yang paling tersembunyi dalam kehidupan ini. Hati nurani Herodes tak henti diusik oleh penghianatan hati nuraninya yang mengedepankan nafsu daripada kebenaran yang diwartakan Yohanes Pembaptis. Sampai kehadiran Yesuspun dicurigai sebagai kuasa yohanes yang bangkit dari kubur. Adakah kegelisahan yang menuntut anda bertobat?


Advertisements

Renungan Harian Minggu Biasa XVI-a

Senin, 18 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 14:5-18: MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6; Mat. 12:38-42

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

IMAN DAN CINTA TAK BERSYARAT

Dono berkata pada Dini, pacarnya, “Din aku akan menikahi kamu kalau kamu lulus kuliah.” Selintas Dini menyanggupi dan merasa tertantang, tetapi lubuk hatinya bertanya: mengapa cintanya berbatas, bahkan hanya berbatas wisuda?  Yesus jelas mengingatkan, iman yang menuntut tanda hanya akan menghasilkan iman bersyarat, iman bersyarat hanya akan membuahkan cinta bersyarat pula. Iman dan cinta bersyarat tak mengakar dalam. Tuhan telah memberi banyak tanda dahsyat. Tantangannya adalah, mampukah kita beriman tanpa syarat?  Dari iman yang tak bersyarat akan membuahkan cinta tulus tanpa syarat pula.

 
Selasa, 19 Juli 2011 : Hari biasa
Kel.l4:21 – 15:1; MT 

Kel. 15:8-9,10,12,17; Mat. 12:46-50
Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha me

nemui Engkau. Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

SUPREMASI KEHENDAK ALLAH

Misi Yesus sungguh tak tertawar, siapapun yang melakukan kehendak Allah akan menebus ikatan batin bahkan ikatan darah. Di mana letak pengurbanan kita, lepasnya ikatan-ikatan nikmat kita demi terlaksananya apa yang dikehendaki Allah?

 
Rabu, 20 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 16:1-5,9-15; Mzm. 78:18-19,23-24,2526,27-28; Mat. 13:1-9

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis…… Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ad

a yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

 

TUHAN TETAP MENABUR

Memang ada aneka respon terhadap pewartaan Yesus, akan tetapi firman Tuhan tetap diwartakan merata bagaikan hujan yang diturunkan bagi siapa saja. Bahkan kadang kita sendiri merasa tak setia karena respon kita berubah-ubah. Tuhan tak akan berhenti menaburkan benih firmannya kepada kita dan firman Tuhan itu tak akan kembali sia-sia. Heningkan batin anda sejenak dan lihatlah buah-buah firman dalam hidup anda.

 

Kamis, 21 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 19: 1-2,9-11,16-20b; MT Dan. 3:52,53,54,56; Mat. 13:10-17

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

MAMPU MENYERAP

Metabolisme tubuh normal akan mampu mencerna dan menyerap sari-sari makanan tanpa memerlukan aneka nutrisi perangsang. Bila berjumpa dengan pribadi yang “bertelinga”, yang mampu mendengarkan setiap firman Tuhan, maka firman itu tak disampaikan dengan aneka gambaran perumpamaan. Cukuplah pengajaran disampaikan secaralugas. Apakah kita masih suka melawan, maido, meremehkan setiap pesan yang masuk sehingga Tuhan perlu menyapa  dan menegur dengan perumpamaan? Atau batin kita terbuka mendengarkan sehingga Tuhan langsung menyentuh dari hati ke hati?

 
Jumat, 22 Juli 20

11 : Pw S. Maria Magdalena
Kel. 20:1-17; Mzm. 19:8,9,10,11; Mat. 13:18-23; atau dari RUybs
Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. ……..

KENALI KARAKTER ANDA

Beberapa jenis tes kepribadian diterapkan dalam diri para siswa untuk bisa menyerap pendidikan dan membangun karakter secara unik. Memang, kita adalah pribadi unik, perlu mengenali karakter sendiri, termasuk cara kita beriman, mendengarkan Tuhan, dan membuahkannya. Kenali karakter pribadi dan iman anda untuk menjadi pendengar dan pelaku firman yang efektif.

 
Sabtu, 23 Juli 2011 : Hari biasa
Kel. 24:3-8: Mzm. 50:1-2,5-6.14-15; Mat. 13:24-30

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

TUHAN MEMBERI KESEMPATAN

Pernahkan anda merasa dipojokkan, diperlakukan tidak adil, difitnah? Atau barangkali sekedar melihat orang yang begitu menindas sesama? Biasanya kita akan berusaha memojokkan si penindas. Barangkali di benak anda akan muncul “permohonan” agar Tuhan memusnahkan orang jahat itu.  Tuhan tidak menjanjikan untuk mencabut ilalang atau orang jahat. Bahkan Tuhan berkata, “Jangan kau cabut, biarkan mereka hidup bersama” Dengan sabar Tuhan membiarkan benih pertobatan  berumbuh. Pada akhirnya Tuhan akan tetap mengadili, tetapi dalam perjalanan  Tuhan tetap memberi kesempatan untuk hidup bersama. Memang tak mudah, tetapi marilah kita dengan lapang hati melihat kemurahan Tuhan terhadap orang-orang yang memerlukan pertobatan. Di sana pula panggilan kita, mendampingi benih pertobatan untuk bertumbuh dalam diri setiap orang.